Putri Pariwisata Ikut Promosikan Baju Kulit Kayu di Pekan Raya Sulsel 2017

0
WhatsApp Image 2017-10-23 at 7.22.26 PM (1)

Pekan Raya Sulawesi Selatan (Sulsel)  2017  yang dilangsungkan 19-22 Oktober di Four Points Hotel by Sheraton Makassar berjalan sukses. Sejak dibuka pada hari Kamis, 19 Oktober 2017 lalu, pengunjung tak henti-hentinya memadati pameran multi produk dan pariwisata terbesar di Sulsel ini. Pameran ini digelar setiap tahun untuk memeriahkan hari Jadi Sulsel ke 348.

Seluruh kabupaten yang ada di Sulsel ikut memperkenalkan dan memasarkan produk unggulannya, tak terkecuali dari Kabupaten Luwu Utara.  Melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)  , Kabupaten Luwu Utara menampilkan beberapa produk unggulan  seperti beras Tarone khas Seko, biji kakao unggulan, sagu khas Luwu Utara,  bunga khas Luwu Utara yakni bunga Masamba, dan beberapa kuliner khas Luwu Utara.

Selain itu, dalam Pekan Raya tahun ini, Luwu Utara juga mempromosikan baju kulit kayu yang dikenakan oleh Tita Kamila Putri Pariwisata Indonesia Favorite 2017 asal Luwu Utara. Putri besutan EL JOHN Pageants itu, terlihat anggun menggunakan balutan baju adat kulit kayu asal Rampi ini.

Kepala Bidang Promosi dan Penanaman Modal  Eni Thahar begitu terpukau melihat busana kulit kayu yang dikenakan Tita. Eni mengatakan  busana tersebut sebagai bukti bahwa Luwu Utara dapat memproduksi baju daerah yang menarik dan memiliki nilai ekonomis.

“Hal ini dimaksudkan untuk membawa nama baik Luwu Utara kedepannya,  dan juga bisa berbagi dengan kabupaten lain, bahwa ini adalah produk unggulan dari Luwu Utara, sehingga siapa pun yang berkunjung ke Luwu Utara tidak akan menyesal,” kata Eni, seperti yang dikutip InputRakyat.co.id.

Digelar selama empat hari di Four Points by Sheraton Makassar, Pekan Raya Sulsel berhasil mencatat transaksi Rp3 miliar.

Ketua Penyelenggara Pekan Raya Sulsel, Syukur Sakka, mengemukakan, event ini diikuti total 140 peserta dari kalangan pemerintah daerah, perbankan, industri otomotif, properti,manufaktur, travel haji dan umrah, hingga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, kegiatan ini dapat menggairahkan pelaku usaha kreatif yang ada di Sulsel untuk menampilkan produknya.

“Tak hanya bisnis, tetapi seni dan budaya juga kami tampilkan,” ujar Syukur.

Dia menambahkan, Pekan Raya Sulsel 2017 diharapkan menjadi event tahunan yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena kegiatan ini akan menjadi daya saing produk, serta meningkatkan perdagangan komoditas dan produk asli Sulsel.

“Hampir semua produk yang ditampilkan merupakan karya asli Sulsel, daya saing juga mulai bagus,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *