Pariwisata Bali lesu Akibat Erupsi, Saatnya Genjot Wisdom
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali khawatir akan terjadi pemutusan kerja besar-besaran di industri pariwisata Bali akibat erupsi Gunung Agung di kabupaten Karangasem, Bali beberapa hari yang lalu. Ketua Kadin Bali AA. Ngurah Alit Wiraputra mengaku saat itensitas erupsi meningkat pariwisata Bali mengalami kelesuan. Banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang membatalkan kedatanganya ke Pulau Dewata.
Ngurah Alit menyarankan agar pelaku pariwisata dapat menggenjot pasar wisata domestik pasca erupsi Gunung Agung. Cara itu dinilai tepat untuk menghindari terjadinya gelombang PHK di industri pariwisata.
“Inilah saatnya kita berbenah untuk memperbaiki pariwisata ini. Maka dari itu Kadin berharap teman-teman pariwisata mulai berpikir secara komprehensif, secara bijak, bagaimana menata pariwisata ke depan. Sehingga yang kita takutkan ke depannya itu adalah adanya PHK tidak terjadi,” ujarnya, Senin, 4 November 2017.
Dari data yang dihimpun Kadin Bali, status tenaga kerja di hotel bukan hanya karyawan kontrak maupun tetap namun ada juga tenaga harian. Tenaga harian inilah yang paling rentan terkena PHK. Hampir semua hotel memiliki tenaga daily worker (DW). Presentasenya 70:30, 30 DW, dan 70 karyawan. Bahkan ada yang 50:50. “Mereka tidak dibutuhkan lagi karena hunian sepi. Karena DW dipakai kalau hunian ramai, kalau okupansi tinggi,” ungkapnya.
Ngurah Alit berharap pemerintah pusat juga ikut turun tangan dalam menggenjot pasar domestik. Dengan kehadiran pemerintah maka PHK dapat diminimalisir.
Ke depannya, ia menilai pariwisata akan terpuruk karena Gunung Agung tidak bisa diprediksi kapan meletus dan selesai meletus. “Pariwisata harus stabil, tidak boleh turun naik,” tegasnya.
Kadin berharap pelaku pariwisata mengambil tindakan yang bijak dan komprehensif untuk tidak melakukan PHK secara tergesa-gesa. Tapi mencari jalan keluar lain.
Wakil Ketua DPP IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association), I Made Ramia Adnyana mengatakan, terkait “merumahkan” karyawan, pihaknya belum mendapat informasi dari anggotanya. Namun memang, hotel memakai sistem daily worker. Itupun dalam jumlah yang kecil dan tergantung kebutuhan hotel.
