Pemkab Lembata Siapkan Rp17 Miliar Untuk Bangun Pariwisata
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, Nusa Tenggara Timur tahun ini mulai memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata. Agar pengembangan berjalan sukses, pemkab Lembata menyiapkan anggaran sebesar Rp 17 miliar. Anggaran itu, diambil dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2018.
“Anggaran Rp17 miliar yang kami siapkan ini untuk mulai menggenjot pembangunan pariwisata di Lembata,” kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday seperti yang dikutip Antara, Jumat, 22 Februari 2018.
Mantan Dekan Fakultas Ekonomi di Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang itu menjelaskan ada anggaran itu sudah dialokasikan untuk sektor yang paling penting di pariwisata, seperti infrastruktur pendukung di destasi wisata dan menggalakan lagi promosi pariwisata.
Untuk infrastruktur, pemkab Lembata akan memperbaiki akses jalan menuju objek wisata pegunungan. Seperti diketahui objek wisata di pegunungan di Lembata menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan.
Sementara untuk promosi, sudah disapkan kalender event tahunan yang berisi beberapa festival dan kegiatan ekspo.
“Akses jalan menuju ke Lamalera, Ile Lewotolok, dan Ile Werung tahun ini akan kami benahi semua,” ujarnya. Ketiga wilayah tersebut sarat dengan obyek wisata seperti perburuan ikan paus secara tradisional di perkampungan Lamalera, di selatan Pulau Lembata.
Menurut Thomas Ola sektor pariwisata adalah sektor yang dapat menggerakan roda perekonomian daerah. Hal itu terlihat dari berkembangnya pembangunan yang berkaitan dengan pariwisata. Dengan demikian tidak salah jika tahun pemkab akan menggenjot sektor pariwisata sebagai penghasil pendapatan daerah.
Thomas Ola mengakui anggaran tersebut belum bisa merambah ke semua sektor. Karena keterbatasan anggaran maka Pemkab membuat skala prioritas agar ke depan secara bertahap sektor yang perlu dibenahi dapat terealisasi.
“Dalam konteks ini juga kami mencoba memancing partisipasi dari pemerintah provinsi hingga pusat untuk memberikan intervensi berupa pembangunan infrastruktur pendukung, promosi, dan sebagainya,” ungkapnya.
“Pariwisata unggulan seperti di Labuan Bajo tidak akan sebegitu menggeliat seperti hari ini kalau pemerintah pusat tidak campur tangan,” tambahnya. (Sumber Antara)