Peringati Hari Air Dunia, Kementerian PUPR Tanam 300 Pohon di Situ Pondok Jagung
Dalam rangka peringatan Hari Air Dunia XXVI Tahun 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan kegiatan penanaman 300 pohon di sekeliling Situ Pondok Jagung, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Aksi penanaman pohon tersebut dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Sesditjen SDA) Muhammad Arsyadi dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, didampingi oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Jarot Widyoko, Kamis (22/3).
Peringatan Hari Air Dunia diperingati setiap tanggal 22 Maret. Di mana tahun 2018, tema yang diangkat adalah “Lestarikan Alam untuk Air’’. Dalam sambutan Direktur Jenderal SDA Imam Santoso yang dibacakan oleh Sesditjen SDA, peringatan itu menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk bekerja sama menjaga alam sebagai penyedia sumber air bagi kehidupan manusia.
“Di Indonesia, salah satu permasalahan pengolahan air adalah semakin berkurangnya sarana tampungan air, seperti Situ, Danau, Embung dan Waduk (SDEW). SDEW sebagai bagian dari sistem Daerah Aliran Sungai memiliki multi fungsi penting, yaitu sebagai tempat penampungan air, konservasi air tanah, sarana pengendali banjir, tempat wisata, dan sarana olahraga,” imbuh Muhammad Arsyadi, Kamis (22/3) seperti diberitakan Biro Humas Kementerian PUPR.
Oleh karena itu, sebagai upaya mencegah semakin banyaknya SDEW yang kondisinya kritis atau bahkan hilang karena diokupasi maka Kementerian PUPR, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada tanggal 10 Oktober 2017 bersepakat untuk bekerjasama melakukan perlindungan dan optimalisasi fungsi SDEW serta sumber air permukaan lainnya baik dari aspek teknis, pengendalian pemanfaatan ruang, administrasi pertanahan, serta pelibatan masyarakat.
Pemecahan masalah terkait air tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur oleh pemerintah, seperti pembangunan bendungan, waduk, ataupun instalasi pengelolaan air limbah, tetapi perlu adanya partisipasi langsung dari masyarakat, akademisi, dan swasta untuk ikut menjaga dan melestarikan alam sehingga segala permasalahan air yang ada dapat dikendalikan atau paling tidak dapat diminimalisir.
“Mari sama-sama kita menjaga dimulai dari kebiasaan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Situ itu bukan untuk buang sampah, situ adalah tempat tinggal bagi kehidupan yang lainnya. Dan situ akan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia,” tutur Airin Rachmi Diany.
Selain penanaman pohon, acara tersebut diisi dengan jalan santai dan susur Situ Pondok Jagung, serta lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa dan siswi Sekolah Dasar di sekitar lingkungan Situ Pondok Jagung.
Pohon yang ditanam di sekeliling Situ Pondok Jagung, di antaranya termasuk tanaman hias dan tanaman buah. Aksi penanaman pohon tersebut bertujuan untuk penghijauan di sekitar Situ Pondok Jagung. Adapun tanaman hias yang ditanam berupa 118 batang Pucuk Merah, 36 batang Glodokan, 36 batang Dadap Merah, dan 39 batang Nusa Indah. Dan tanaman buah yang ditanam berupa 12 batang Jambu Air Jamaika, 10 batang Jambu Biji, 12 batang Mangga, 10 batang alpukat, 10 batang Srikaya, dan 19 batang Salam.
