Yayasan DPF Siap Ajak Semua Pihak Bersatu Memajukan Pendidikan di Sumatera Utara

0
dpf

Yayasan Djalaluddin Pane Foundation (DPF) menggelar Gala Dinner ‘Sharing is Caring‘ dengan tema Bersatu Demi Pendidikan Anak Bangsa bertempat di JW Marriott Hotel, Medan, pada hari Kamis (5/7).

Sebagai suatu gerakan sosial DPF menggagas Indonesia Terdidik TIK yang bertujuan untuk meningkatkan kepekaan masyarakat mengenai pentingnya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia melalui Teacher competency Development Program (TCDP). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pemanfaatan TIK di sekolah sehingga terciptanya learning society (masyarakat pembelajar) di kalangan guru, murid, orangtua dan masyarakat. Sebagai gerakan sosial, semua kegiatan Indonesia terdidik TIK dilakukan atas dukungan masyarakat dengan asas kebersamaan dan gotong royong.

Taufiq Siddiq selaku Ketua Yayasan Djalaluddin Pane Foundation menyampaikan, acara ini sebagai sarana bersilaturahmi dan ucapan terima kasih kepada mereka yang telah mendukung yayasan.

Taufiq tidak lupa menyampaikan jika anak bangsa daerah pinggiran masih perlu uluran tangan. Pola pendidikan daerah terpencil sangat berbeda dengan daerah kota. Yayasan Djalaluddin Pane Foundation sangat mengimbau untuk selalu memberikan dukungan agar program bisa terus terlaksana agar anak didik di luar daerah yang tidak sanggup berpendidikan secara layak bisa berkontribusi untuk bangsa.

Djalaluddin Pane Foundation adalah lembaga nirlaba yang didedikasikan untuk masyarakat Indonesia yang fokus pada pendidikan. Didirikan pada 26 Juli 2010, DPF berkomintmen untuk mengembangkan program-program untuk menciptakan masyarakat pembelajar berbasis TIK dan nurani ihsan.

Memasuki era globasisasi, pekembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia, khusunya dalam dunia pendidikan dihadapkan pada kondisi yang ironi. Dimana ketika sebagian guru di perkotaan sudah mampu memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran yang edukatif dan produktif, di beberapa daerah justru baru akan mengenal komputer.

Secara umum, gerakan ini fokus pada upaya penyadaran pendidikan terhadap masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan TIK secara edukatif dan produktif. Berbahai kegiatan DPF untuknmewujudkan Indonesia Terdidik TIK antara lain soft campaign #IndonesiaTerdidikTIK, seruan dukungan Indonesia Terdidik TIK, dengan cara #(Daerahmu)TerdidikTIK contohnya seperti #MedanTerdidikTIK mendukung terwujudnya #IndonesiaTerdidikTIK kemudian mention ke twitter @djaluddinpane, Facebook Djalaluddin Pane, atau Instagram Djalaluddinpane

Selain melakukan gerilya stiker, DPF juga mengarahkan masyarakat pengguna TIK agar memanfaatkannya secara edukatif dan produktif.

Pembina Bunda Siti Banun, Hj Deby F L Pane, dalam kata sambutannya malam itu menyampaikan jika awalnya Almarhum Djalaluddin Pane awalnya memikirkan bahwa suatu saat anak desa harus memiliki skill dan kempuan yang lebih. Melihat kekurangan pendidikan di daerah Sigambal, Labuhan batu, Djalaluddin Pane berdiskusi dengan masyakat setempat. Kemudian diputuskan untuk membangun SMK dan diberi nama SMK Bunda Siti Banun yang merupakan nama ibundanya.

Sekolah yang sudah didirikan oleh Yayasan Bunda Siti Banun adalah SMK Siti Banun, TK/SD/SMP Bunda Siti Banun di Tanjung Mulia, Labuhan Batu Selatan, TK Bunda Siti Banun di Cikampak Labuhan Batu Selatan

Sekolah mulai berkembang. Namun, Deby menjelaskan mereka melihat masalah yang lebih komplek. Anak-anak yang membutuhkan pendidikan namun terkendala akses sulit, sistem mengajar yang masih lama, memutuskan mendirikan Yayasan Djalaluddin Pane Foundation karena sadar pentingnya pendidikan yang selaras denga peningkatan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *