Pintu Air Dam Colo Ditutup Mulai 1 Oktober, Petani Diminta Bersiap

0
sawah puso

Pintu air Dam Colo Nguter resmi ditutup sementara mulai 1 Oktober selama satu bulan kedepan untuk perawatan rutin tahunan. Selama penutupan tersebut pihak pengelola akan melakukan pemeliharaan. Karena itu para petani diminta bersiap mengingat air tidak lagi bisa mengairi ribuan hektare sawah.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Jigong Sarjanto, Rabu (26/9) mengatakan, sudah ada kesepakatan awal dari pengelola Dam Colo Nguter dan pihak terkait lainnya berkaitan dengan penutupan sementara pintu air selama satu bulan mulai 1 Oktober. Jadwal tersebut juga sudah disosialisasikan kepada para petani dan kelompok tani di Sukoharjo. Adanya penutupan sementara pintu air Dam Colo Nguter bisa diterima para petani karena memang sudah menjadi agenda rutin tahunan.

Rencana penutupan sementara pintu air Dam Colo Nguter pada tahun ini tidak akan diundur atau ditunda. Berbeda dengan tahun lalu sempat ada penundaan karena permintaam dari para petani.

Kesesuaian jadwal karena memang sejak awal sudah disosialisasikan ke para petani terdampak. Salah satu pertimbangannya karena posisi sekarang petani sudah siap dalam menghadapi penutupan sementara pintu air Dam Colo Nguter.

“Jadwal penutupan sementara pintu air Dam Colo Nguter mulai 1 Oktober selama satu bulan kedepan dan petani sudah mendapat informasi tersebut,” ujar Jigong.

Penutupan sementara pintu air Dam Colo Nguter nanti akan berdampak pada ribuan hektare sawah disejumlah wilayah di Sukoharjo. Para petani sudah siap menghadapi jadwal tersebut karena posisi sekarang banyak sawah sudah panen dan sebagian lagi memang dibiarkan menganggur lebih dulu.

Kalaupun ada sawah yang masih ditanami padi maka petani juga sudah karena stok air dari saluran irigasi masih cukup. Apabila mengalami kekurangan maka petani bisa mendapatkan air melalui sumur pantek.

Penggunaan sumur pantek memang jadi alternatif bagi petani memenuhi kebutuhan air untuk sawahnya. Hal itu dilakukan agar tanaman padi mereka tidak mati dan bisa tetap panen. “Memang butuh biaya tambahan mendapat air dari sumur pantek tapi tetap dilakukan petani. Sebab petani lebih memprioritaskan tanaman padi agar tidak mati dan tetap panen,” lanjutnya.

Selama penutupan satu bulan pintu air para petani meminta kepada pengelola Dam Colo Nguter untuk memaksimalkan waktu pemeliharaan. Hal itu dilakukan agar kondisi Dam Colo Nguter bisa menjadi lebih baik khususnya berkaitan dengan daya tampung air. Permintaan pemeliharaan lain berkaitan dengan perbaikan kerusakan pada beberapa bagian bangunan sepanjang aliran saluran irigasi Dam Colo Nguter.

P3A Dam Colo Timur berharap hujan segera turun dalam waktu dekat. Sebab petani sangat membutuhkan air untuk mengairi sawah mengingat kondisi sekarang kemarau panjang. Akibatnya sawah menjadi kering dan mengancam tanaman padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, mengatakan benar ada rencana penutupan sementara pintu air Dam Colo Nguter selama satu bulan mulai 1 Oktober. Jadwal penutupan sudah ditetapkan dan disosialisasikan pada para petani, kelompok tani dan pihak terkait lainnya. Selama penutupan para petani diminta bersiap karena menyangkut kepentingan tanaman padi.

Netty menjelaskan, penutupan pintu air Dam Colo Nguter sudah rutin dilakukan setiap tahun dan dilaksanakan pada waktu Oktober. Kegiatan dilaksanakan untuk memberi kesempatan pada pengelola Dam Colo Nguter melakukan pemeliharaan rutin tahunan. Karena itu para petani diminta siap dengan kondisi tersebut.

“Petani sudah paham pola tanam padi dan menyesuaikan dengan stok air dan penutupan pintu air Dam Colo Nguter,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *