Mirna Annisa Minta Pembangunan SD 2 Protomulyo Dipercepat

0
Mirna Annisa

Bupati Kendal, Mirna Annisa meminta kepada PT Waskita Karya untuk segera merampungkan pembangunan SD 2 Protomulyo. Hal itu lantaran pembangunan yang dilakukan saat ini dinilai lamban sehingga membuat ratusan siswa di SD setempat harus terkatung-katung menunggu kepastian.

Bangunan lama SD 2 Protomulyo terdampak pembangunan Tol Semarang – Batang. Alhasil para siswa sempat ditempatkan masjid dalam mengikuti proses belajar mengajat. Karena dinilai tidak representatif, para siswa kini disewakan rumah oleh PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek Tol untuk tempat KBM.

“Kasihanlah siswa, guru dan sekolahnya harus pindah-pindah terus kan repot juga. Makanya saya minta agar pembangunan dipercepat dan segera diselesaikan,” ujar Mirna Annisa, Selasa (25/09/2018).

Berdasarkan pantauan dilapangan, pembangunan SD 2 Protomulyo saat ini masih berlangsung. Namun sejak Juli lalu sampai sekarang, progres bangunan masih sekitar 25 persen. Tahap pembangunan baru pembangunan pondasi dan dinding berupa batu bata saja.

“Harus ada kepastian kapan bangunan ini bisa selesai. Sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar,” lanjutnya.

Mirna berharap pembangunan jalan tol tersebut bisa selesai sebelum tol dioperasikan. Maksimal akhir tahun ini, sehingga awal tahun para siswa sudah bisa menempati gedung baru. “Sebab dikhawatirkan jika tol sudah dioperasikan maka pembangunan akan terbengkelai,” tambabhnya.

Hal senada dikatakan Sekda Kendal, Mohammad Toha. Ia menambahkan jika setelah selesai pembangunan SD nantinya aset akan dialihkan dari aset milik Desa Protomulyo menjadi aset pemerintah daerah. Karena sesuai dengan kewenangan untuk pendidikan SD dan SMP merupakan kewenangan pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Humas PT Waskita Karya Seksi IV Totok Suharto mengatakan jika pembangunan SD 2 Protomulyo terus berjalan. “PT Waskita Karya hanya membangunkan bangunan SD saja. Tapi oleh PT Waskita Karya pembangunan SD sudah di pihak ketigakan. Tapi tanggung jawab pembangunan masih ada di PT Waskita Karya,” ujar Totok.

Perihal pembangunan yang terkesan lamban hal itu lantaran ada permasalahan dalam status tanah. Yakni apakah tanah tersebut nantinya masih menjadi milik Desa atau Pemkab Kendal. “Sehingga harus menunggu aturan dan Perbup terlebih dahulu,” lanjutbya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *