BPD Bali Targetkan Tahun 2019 Penyaluran KUR Mencapai Rp1 Triliun
Meraih penghargaan sebagai Penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbaik dari Kementerian Koordinator Bidang Perekenomian, membuat Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali termotivasi untuk lebih banyak lagi menyalurkan KUR guna membantu UMKM. Untuk tahun 2019, BPD Bali menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp1 triliun.
Target ini lebih tinggi dibandingkan target 2018 yang mematok penyaluran KUR sebesar Rp550 miliar. Target penyaluran KUR di tahun 2018, kini perkembangannya sudah 98 persen atau tinggal 2 persen lagi untuk mencapai Rp550 miliar. Capaian itu dihasilkan sejak awal tahun hingga minggu kedua November 2018.
Plt Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, sektor produksi adalah sektor yang paling gencar mendapatkan penyaluran kredit yakni mencapai 40,71 persen atau senilai Rp219 miliar. Penyaluran KUR ke sektor produksi itulah yang membuat BPD Bali mendapat penghargaan.
BPD Bali sendiri mengharapkan penyaluran KUR ke sektor produksi mampu mencapai 50%. Penyaluran KUR di sektor produksi dinilai sangat penting sebab melibatkan semua usaha dari hulu ke hilir.
“Usaha yang bergerak di sektor produksi itu kan bergerak dari hulu ke hilir, akan menghasilkan barang dan jasa, itu lah variable penilaiannya, jadi bukan sekedar besarnya volume KUR yang dialurkan,” katanya, Minggu, 25 November 2018.
Adapun penyaluran KUR sektor produksi tertinggi BPD Bali berada di Badung dengan nilai Rp15 miliar atau sebesar 55,25% dari total penyaluran.
Sementara, penyaluran KUR sektor produksi terendah berada di Singaraja yang senilai Rp13 miliar atau sebesar 22,30% dari total penyaluran.
Kata dia, BPD Bali akan mengoptimalkan sinergi dengan instansi pemerintah terkait untuk mendapat data calon Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan data tersebut, verivikasi bank sebelum melakukan penyaluran KUR akan semakin mudah dilakukan.
Rencana Bisnis Bank (RBB) BPD Bali untuk penyaluran ke UMKM adalah sebesar 37%. Jumlah ini lebih tinggi dari RBB minimal yang sebesar 20%. Pada 2019 nanti, BPD Bali akan meningkatkan target RBB penyaluran ke UMKM menjadi 39%.
“Itu yang kita awalkan sejak awal tahun,” katanya.
BPD Bali juga menarget untuk mempertinggi penyaluran pembiayaan di sektor pariwisata pada 2019.
Walaupun, sejak tahun ini, pembiayaan sektor pariwisata sudah mulai dilakukan. Skema pembiayaan di sektor pariwisata ini pun sama dengan pembiayaan lainnya.
Penyaluran KUR BPD Bali terbagi atas sektor mikro dengan plafon maksimal Rp25 juta dan KUR ritel (kecil) dengan plafon Rp 26 juta-Rp 500 juta.
“Sasaran kami penunjang dan pelaku pariwisata seperti ticketing hingga guest house,” katanya.
