Airlangga Optimistis Defisit APBN 2026 Tetap Terkendali

0
publikasi_1768403916_6967b3ccb3f24

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam forum IBC Business Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Business Council (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

El John News, Jakarta-Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan keyakinannya bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan tetap terjaga dan tidak melampaui batas defisit 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah, kata Airlangga, memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas fiskal di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Airlangga juga menanggapi realisasi defisit APBN 2025 yang tercatat sebesar 2,92 persen dari PDB. Menurutnya, capaian tersebut masih berada dalam koridor aman dan sesuai dengan ketentuan fiskal yang berlaku. Ia pun meminta publik tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap angka tersebut.

Dalam forum Business Outlook yang diselenggarakan Indonesia Business Council (IBC) di Jakarta, Airlangga menyampaikan bahwa banyak negara lain justru mencatat defisit anggaran jauh lebih tinggi dari Indonesia. Namun demikian, kondisi tersebut tidak selalu memicu kekhawatiran berlebihan di negara-negara tersebut.

“Jangan khawatir tentang defisit anggaran 3%. Negara lain dua kali lipat dan mereka tidak khawatir. Jadi mengapa kita harus khawatir tentang hal itu”

Pemerintah, lanjut Airlangga, telah mengantisipasi berbagai potensi risiko ekonomi, baik yang bersumber dari pergerakan nilai tukar rupiah, dinamika pasar keuangan, maupun kondisi eksternal global. Dengan perhitungan tersebut, ia optimistis perekonomian nasional akan tetap tumbuh secara berkelanjutan.

Tidak ada risiko yang belum kita perhitungkan, baik dalam nilai tukar rupiah maupun di pasar saham. Jadi, ke depannya, saya pikir kita harus optimis. Akan ada banyak kabar baik yang akan datang, dan saya pikir tren global, termasuk IMF, cukup optimis terhadap ekonomi Indonesia,” imbuhnya.

Berdasarkan data realisasi APBN 2025, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun atau setara 91,7 persen dari target. Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp3.451,4 triliun atau sekitar 95,3 persen dari pagu anggaran. Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut menyebabkan defisit anggaran tetap berada di bawah ambang batas 3 persen.

Sebelumnya, Airlangga juga menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan yang kuat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *