Akibat Erupsi Gunung Agung, Menpar Pesimis Target Kunjungan Wisman Tercapai

0
23844805-1712861552099966-7717457943423062020-njpg-iBex

Menteri Pariwisata (Menpar) pesimis target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini  tercapai. Rasa pesimis Menpar tersebut muncul setelah melihat kembali terjadinya erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali. Menpar mengakui sektor pariwisata di Bali terganggu dengan abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Agung dalam dua hari belakangan ini.

Menpar mengatakan Bali merupakan daerah  penyumbang terbanyak kunjungan wisman. Bali mampu mendatangkan wisman sebanyak 6 juta orang atau 40 persen dari target kunjungan 15 juta wisman ke Indonesia di tahun ini. Menpar memperkirakan target tahun ini hanya mencapai 95 persen.

“Jumlah turis yang berkunjung ke Bali itu merupakan 40% dari total target tahun ini 15 juta,” kata Arief di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin, 27 November 2017.

Menpar memprediksi akibat erupsi,  Bali akan mengalami penurunan jumlah wisman sebanyak 20 ribu orang. Bahkan Menpar tak memungkiri jumlah penurunan bisa bertambah jika erupsi terjadi hingga Desember 2017.

“Berpengaruh kalau kondisinya seperti sekarang. Desember itu peak season jadi kira-kira (berkurang) 125%. Kalau rata-rata 600 ribu, jumlah kunjungan saat peak season 750 ribu,” ujar  Arief.

Hingga September 2017 jumlah kunjungan wisman di seluruh Indonesia mencapai 10,5 juta orang. Sisanya sebanyak 4,5 jutanya akan didorong melalui peak season.

Ungkapan pesemis kunjungan wisman tercapai juga disampaikan Ketua Umum Gabungan Industri Indonesia (GIPI) Didien Junaedy. Didien mengatakan meletusnya Gunung Agung dapat merosotkan jumlah kunjungan wisman. Angka penurunannya bisa mencapai 20 hingga 30 persen.

“Kita ini semua berada di tim krisis dan apa yang harus kita perbuat di dalam krisis sekarang, satu pasti kita sangat menyayangkan target 15 juta wisman di tahun 2017 bisa menurun 20 sampai 30 persen. Padahal ini mau finish tinggal dua bulan saja, dan terjadilah hal-hal yang tidak kita inginkan dan Bali sudah dinyatakan di tutup dulu sampai aman,” ungkap Didien saat memberikan sambutannya pada acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GIPI di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin, 27 November 2017.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *