Akibat Wabah Covid-19, Sejumlah Industri Lakukan PHK

0
76841696165-ilustrasi_phk

Pandemi virus Covid-19 (Corona) tidak hanya menyerang kesehatan manusia, namun juga meluluh lantahkkan dunia usaha, salah satunya perhotelan.  Hotel Arya Duta misalnya, yang terpaksa melakukan PHK terhadap sejumlah karyawan.

Hotel yang dibangun tahun 1970-an ini, tidak punya pilihan lain untuk  merumahkan sejumlah karyawannya, akibat wabah virus Covid-19.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran membenarkan informasi PHK tersebut. Meski membenarkan, Maulana belum mengetahui secara pasti berapa jumlah karyawan yang di PHK.

Maulana mengatakan, binis pariwisata khususnya perhotelan merupakan salah satu bisnis yang terkena dampak negatif dari wabah virus mematikan itu. Apalagi kondisinya saat ini, sangat memprihatinkan dengan meningkatnya jumlah pasien positif virus Covid-19.

Tidak sedikit hotel yang memilih tutup untuk membantu program Pemerintah menekan kasus ini. Namun, Pemerintah seharusnya ikut membantu para pelaku usaha perhotelan, yang sebelumnya pernah dijanjikan, padahal okupansi hotel di Indonesia tak lagi mencapai angka 9%.

“Satu penurunan okupansi, kemudian sektor pariwisata nggak dapat apa-apa stimulusnya sama sekali. Nggak ada, memang kita nggak dapat. Stimulus itu kan hanya untuk 10 destinasi, dan itu juga sudah dibatalkan. Yang dapat bukan kita kok, tetapi Pemerintah Daerah (Pemda),” tegas dia.

Menurut Maulana, jika tidak ada bantuan dari Pemerintah, tidak menutup kemungkinan akan ada hotel lain yang mengikuti jejak Aryaduta. Apalagi, di Jakarta okupansi hotel seret, belum lagi biaya operasional yang terus membengkak, termasuk tanggungan gaji karyawan. Bahkan, ia memprediksi di April mendatang akan terjadi lagi PHK di dunia perhotelan.

“Kan sudah disampaikan sejak dulu bahwa kekuatan pengusaha itu hanya sampai beberapa bulan. Mungkin nanti April akan terjadi lagi. Situasinya yang membuat sulit dan kita tak terbantu sama sekali, dan operasional cost hotel itu sangat tinggi. Kan kita sudah bilang, ada masalah karyawan, utilitasnya, usahanya, nah itu kita beberapa kali meminta bantuan pemerintah untuk diberikan bantuan. Jadi situasinya bisa kondusif untuk semua, bisa bertahan. Karena karyawan itu juga penyumbang paling tinggi,” pungkas dia.

Industri pariwisata lainnya yang terancam melakukan PHK, adalah penerbangan. Ketua Umum INACA, Denon Prawiratmadja menyebut virus yang berasal dari China itu melumpuhkan hampir semua aktifitas industri penerbangan nasional.

“Wabah ini benar-benar memukul dengan telak di jantung industri ini akibat penurunan jumlah penumpang dengan drastis,” katanya.

Menurut Denon, dengan kondisi seperti ini, industri penerbangan tidak dapat berdiri sendiri, harus ada bantuan dari Pemerintah. Jika bantuan tidak kunjung datang, tidak menutup kemungkinan PHK menjadi solusinya.

“INACA sangat mengharapkan respon positif dari Pemerintah yang cepat untuk menghindari gelombang perumahan dan PHK yang tidak bisa dihindari tersebut,” ujar Denon

Selain industri  pariwisata, wabah ini juga menghantam industri lainnya. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah mendapat informasi ada beberapa industri yang akan melakukan PHK, di antaranya PT Akomoto Indonesia.

Perusahaan yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur itu pada tanggal 24 Maret 2020 sudah mengirimkan surat kepada serikat pekerja terkait dengan rencana perusahaan yang akan melakukan PHK terhadap 26 orang pekerja.

Tidak jauh yakni di Sidoarjo, pekerja di PT Apie Indo Karunia juga terancam PHK. Lantaran pemilik perusahaan mengaku sudah tidak punya uang untuk memberikan upah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *