Business

AS Sepakat Akan Impor Kopi Indonesia Senilai Rp 240 Milliar

Sebagai salah satu upaya dalam menggenjot ekspor kopi ke Amerika Serikat (AS), Indonesia ikut serta dalam pameran kopi Specialty Coffee Association of America (SCAA) Expo 2016 di Atlanta, Georgia, AS, 14-17  April 2016. Salah satu pencapaian terbaik Indonesia dari pameran kopi terbesar di AS tersebut adalah komitmen perusahaan-perusahaan AS untuk mengimpor kopi dari Indonesia dengan nilai transaksi sekitar Rp 240 miliar.

“Hari ini kami telah menandatangani MoU sekitar USD 18 juta dolar (Rp 240 miliar), dan mudah-mudahan ini bisa meningkat,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, di lokasi pameran, Jumat (15/4).

Nus Nuzulia Ishak menambahkan, ekspor kopi Indonesia ke AS untuk periode bulan Januari-Februari 2016 mengalami peningkatan sebesar 17% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain ke AS, promosi kopi juga dilakukan di negara-negara lainnya seperti di wilayah Eropa.

“Perlu kita galang lagi untuk Uni Eropa karena pasarnya besar dan kita belum terlalu tinggi ekspornya,” tegasnya.

Perlu pula ditekankan pentingnya national branding dalam melakukan promosi kopi dan produk-produk Indonesia lainnya. Selama ini kopi Indonesia di luar negeri yang dikenal hanya sebutan nama daerahnya saja, seperti kopi Sumatera atau Kopi Jawa, sehingga nama Indonesia sendiri masih kurang familiar di kalangan pecinta kopi di luar negeri.

“Kita sudah memproses national branding dengan Kantor Kepresidenan, dan mudah-mudahan bisa diluncurkan saat Asian Games 2018 nanti. Itulah yang akan terintegrasi antara produk dengan nation branding-nya sendiri. Sudah tentu tidak semua produk bisa menggunakan label itu, jadi ada persyaratan yang harus dipenuhi sehingga daya saing kita dengan menggunakan logo itu bisa cukup bagus,” kata Nus.

Demi menjaga kualitas kopi sehingga layak diekspor, Pemerintah lewat Kementerian Pertanian dengan melibatkan kalangan pengusaha sedang mengembangkan sistem sertifikasi berstandar internasional. Dengan sertifikasi itu, diharapkan nantinya kopi yang diproduksi  Indonesia tidak  hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

“Selama ini sudah banyak sertifikasi internasional, tapi prosesnya mahal karena bukan kita sendiri yang mengerjakan. Sertifikasi yang sedang dikembangkan ini akan menekan biaya sehingga lebih murah, namun tetap diterima oleh konsumen internasional,” kata Hutama Sugandhi, Ketua Umum Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) yang merupakan satu dari empat asosiasi kopi Indonesia yang turut dalam pameran.

SCAA ini adalah pameran kopi yang digelar rutin tiap tahunnya dan mampu mendatangkan sampai puluhan ribu pengunjung. Dalam beberapa tahun terakhir Indonesia selalu berpartisipasi di pameran ini dan pada tahun 2016 terpilih sebagai portrait country. Paviliun Indonesia yang terlihat sangat megah menyuguhkan 17 jenis kopi nasional berkualitas tinggi yang berasal dari 5 pulau, yaitu Sumatera, Jawa, Sulawesi, Flores dan Bali.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button