ASAFF 2018 Resmi Ditutup, HKTI Siap Tindaklanjuti Arahan Presiden Joko Widodo
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi ditutup oleh Ketua Umum HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko, di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (30 Juni 2018) sore. Pada hari penutupan, Presiden Joko Widodo berkenan menghadiri ASAFF dan mengunjungi hampir semua stand (booth) termasuk arena Food Festival di ruang Planey Hall.
Kedatangan Jokowi yang mengenakan setelan kemeja putih dan celana bahan hitam ini didampingi oleh Ketua Umum HKTI, Moeldoko dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Kehadiran Jokowi spoantan disambut ribuan pengunjung acara dengan antusias.
Seperti biasa, masyarakat berebut berusaha menyalami maupun mencuri-curi kesempatan untuk bisa berfoto. Presiden sendiri dengan santai dan penuh senyum tak merasa terganggu dengan keriuhan tersebut.
“Pak Jokowi, Pak Jokowi. Foto Pak,” ujar beberapa pengunjung sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. Ada juga juga masyarakat yang berteriak, “Sepeda Pak.”
Selama di arena ASAFF Presiden menyempatkan diri mampir ke setiap gerai atau booth peserta dan berdialog singkat dengan para penjaga gerai. Ia juga mampir ke stand Innovation Award HKTI 2018.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membuka penyelenggaraan ASAFF di Istana Negara pada Kamis, 28 Juni 2018. “Kami sangat mengapresiasi dan sangat bangga kepada Bapak Presiden yang menyambut kehadiran para petani, anggota dan mitra HKTI, secara terbuka bahkan sebagian dari petani tidak pernah membayangkan sebelumnya dapat bertemu presiden, datang ke Istana Negara, bahkan beberapa petani sempat berdialog dengan bapak Presiden,” ujar Moeldoko dalam sambutan penutupan ASAFF di JCC.
Penyelenggaraan ASAFF berlangsung selama tiga hari pada 28 -30 Juni 2018. Acara tersebut mengusung tema “Transforming Challenges into Opportunities: Agricultural Innovation and Food Security”.
Menurut Moeldoko, HKTI siap menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk pengembangan pertanian Indonesia. Presiden menekankan bahwa urusan pangan adalah urusan masa depan yang tidak mungkin tergantikan oleh apapun. Hal ini berarti bahwa profesi petani adalah profesi strategis sekaligus mulia yang akan berlangsung sepanjang masa.
Presiden mengimbau petani agar tidak bekerja secara sendiri-sendiri karena mereka memiliki berbagai keterbatasan. Para petani harus membuat kelompok melalui Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Bahkan presiden mengharapkan agar petani membuat kelompok lebih besar lagi sehingga berbentuk korporasi petani. Ini akan menjadi kekuaran besar. “Kalau swasta besar bisa, saya meyakini petani juga bisa,” tegas Presiden ketika membuka ASAFF di istana.
Presiden juga mengajak petani tidak hanya melakukan pertanian on-farming tapi juga masuk ke off-farming, pasca panen. Keuntungan terbesar itu bukan saat menanam atau panen, melainkan pasca panen termasuk ketika menjual. Presiden berharap petani ini bisa menjual beras, tidak hanya menjual gabah. Beras tersebut dijual dalam bentuk kemasan dan petani harus bisa menjual sampai ke konsumen. Petani harus menguasai urusan bisnisnya, urusan pemasaran, selain membuat produk yang berkualitas.
Presiden mengimbau para petani agar tidak hanya berfokus kepada padi saja tapi juga mengembangkan komoditas lain yang memiliki nilai tambah. Indonesia dikenal sebagai negara rempah yang terkenal di dunia. “Mari kita kembalikan kejayaan rempah Nusantara dan juga pengembangan buah tropik khas Indonesia,” tutur Presiden.
Moeldoko menyatakan bahwa apa yang ditegaskan Presiden Joko Widodo seiring dengan visi dan misi HKTI. Sebagai organisasi yang menjembatani petani (bridging institution) HKTI harus membantu mendampingi dan menghubungkan petani dengan pemerintah, investor, pasar, sumber keuangan, dan lainnya. HKTI juga menjadi mitra strategis dan positif pemerintah yang positif, sehingga Bersama-sama pemerintah turut membangun pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Moeldoko mengeaskan bahwa ASAFF merupakan salah satu program strategis HKTI untuk membangun dan mengembangkan pertanian Indonesia. Bahkan, lebih dari itu HKTI menginisiasi untuk membangun kekuatan pangan dan pertainan Asia sehingga negara-negara di Asia dapat saling bekerjasama baik dalam produksi pertanian, teknologi pertanian, maupun pasar. Kekuatan pangan Asia menjadi modal utama untuk menjadi pusat lumbung pangan dunia.
Penyelenggaraan ASAFF terdiri atas lima kegiatan utama: Konferensi, Forum Bisnis, Pameran, Food Festival, dan Anugerah Penghargaan Inovasi HKTI. HKTI Innovation Award baru saja selesai dilaksanakan dan ditetapkan para pemenangnya yang merupakan para innovator muda dalam sektor pertanian.
“Kami ucapkan selamat kepada para inovator kita yang kita harapkan terus berkarya dan karyanya dimanfaatkan untuk membangun ekonomi Indonesia, kemandirian nasional, dan kesejahteraan petani,” ujar Moeldoko.
ASAFF 2018 adalah event yang pertama kali diselenggarakan HKTI secara besar bahkan hingga ke tingkat regional. Event ini diikuti tujuh negeara: Indonesia, Timor Leste, Iran, Singapura, India, Malaysia, TETO Taiwan. “Kami berterima kasih atas partisipasi dan dukungan negara-negara sahabat. Kami berharap ASAFF pada tahun-tahun berikutnya diselenggarakan di negara-negara sahabat sebagai bagian dari kerjasama negara Asia.” tutup Moeldoko. (Sumber HKTI)
