ASEAN Perkuat Kerja Sama dengan Negara Mitra Asia Timur
ASEAN terus memperkuat komitmen kerja sama dengan negara mitra di kawasan Asia Timur yaitu China, Korea Selatan, dan Jepang. Penguatan ini kembali disampaikan para Menteri Ekonomi ASEAN pada konsultasi ASEAN Economic Ministers (AEM) dengan negara mitra Asia Timur pada (30/8) di Singapura.
Rangkaian pertemuan ASEAN dengan negara mitra kawasan Asia Timur ini diawali dengan pertemuan ASEAN-Jepang. Pada pertemuan ini para menteri membahas perkembangan implementasi Perjanjian ASEAN-Jepang untuk periode 2018, serta menghimpun hal-hal yang perlu disampaikan kepada Kepala Negara pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Jepang, yang direncanakan berlangsung pada November 2018. Para menteri mengharapkan Protokol Pertama Perubahan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif ASEAN-Jepang (AJCEP) dapat ditandatangani bersama.
“Kita menyampaikan, bahwa sejak 1 Maret 2018, Indonesia telah mengimplementasikan Perjanjian Perdagangan Barang AJCEP secara penuh. Kita berharap, para pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan perjanjian ini untuk memperluas dan memperdalam rantai nilai regional atas sektor-sektor yang menjadi kepentingan Indonesia sebagai anggota ASEAN dengan Jepang,” ucap Mendag di sela-sela pertemuan konsultasi ASEAN dengan Jepang.
Selain itu, para menteri juga menyambut baik kemajuan pelaksanaan Kerja Sama Ekonomi Strategis ASEAN-Jepang 10 tahun di berbagai bidang, termasuk fasilitasi perdagangan, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), infrastruktur, energi, inovasi dan transfer teknologi.
Sebelumnya, para Menteri Ekonomi ASEAN telah melakukan pertemuan konsultasi dengan China.
Pada pertemuan tersebut, para menteri membahas perkembangan penyelesaian ratifikasi Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA Upgrading Protocol) oleh seluruh pihak, dan juga mencatat perkembangan laporan kemajuan pelaksanaan kerja sama bidang Kapasitas Produksi (ASEAN and China on Production Capacity Cooperation), yang telah disepakati pada tahun 2016, serta kerja sama di bidang konektivitas infrastruktur yang telah disepakati tahun lalu.
“Peningkatan Protokol ACFTA bertujuan untuk meningkatkan manfaat kerja sama perjanjian ini bagi para pelaku usaha khususnya pelaku usaha dari ASEAN yang selama ini belum dapat secara maksimal memanfaatkannya,” jelas Mendag.
Pertemuan ini juga membahas persiapan Pameran China-ASEAN ke-15 dan Pameran Impor Internasional Cina Pertama (CIIE), yang akan diselenggarakan pada 12–15 September 2018 di Nanning dan 5–10 November 2018 di Shanghai, China. Para Menteri mendorong partisipasi semua pihak pada pameran tersebut.
Pada hari yang sama, para Menteri Ekonomi ASEAN juga melakukan pertemuan konsultasi dengan Korea Selatan. Salah satu isu yang dibahas adalah mengenai perkembangan penyelesaian ratifikasi Protokol Ketiga untuk Mengubah Perjanjian Perdagangan Barang Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Korea Selatan (AKTIG). Ratifikasi itu diupayakan selesai pada November 2018.
