ASMINDO Terima Delegasi Korea Selatan, Dorong Investasi dan Ekspor Furnitur
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) kembali menunjukkan kiprahnya dalam membuka peluang kolaborasi internasional, khususnya dalam mendorong ekspor dan investasi di sektor mebel dan kerajinan. Sebanyak 35 delegasi pelaku usaha dari Korea Selatan berkunjung langsung ke kantor sekretariat ASMINDO yang berlokasi di Gedung South78 BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kunjungan ini difasilitasi oleh Professor Kim Ki Chan, akademisi terkemuka dari Catholic University of Korea sekaligus International Chancellor di President University. Kehadiran delegasi disambut hangat oleh Ketua Umum ASMINDO, Dr. Ir. Dedy Rochimat, M.M., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Promosi Internasional KADIN Indonesia.
Turut hadir dalam agenda pertemuan penting ini, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian KADIN Indonesia, Saleh Husin, Sekretaris Jenderal DPP ASMINDO, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, M.T., M.M., I.P.U., ASEAN Eng., serta Wakil Ketua Umum Bidang Pemasaran dan Promosi Dalam Negeri ASMINDO, Anne Patricia Sutanto.
Pertemuan diawali dengan pemaparan dari Dedy Rochimat yang menjelaskan kekuatan dan potensi industri mebel dan kerajinan nasional. Ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan bahan baku, keragaman desain, serta keterampilan pengrajin yang sangat kompetitif, baik di pasar lokal maupun global.
“Sektor ini menyimpan potensi luar biasa untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional. ASMINDO berkomitmen untuk terus membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri secara berkelanjutan,” ujar Dedy dalam paparannya.

Dalam kesempatan yang sama, Saleh Husin menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ASMINDO yang terus memperluas jejaring dengan pelaku usaha dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Ia menyebut bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam mendukung peningkatan ekspor dan investasi sektor industri kreatif.
“Saya bangga dengan kiprah ASMINDO dalam mempererat hubungan dagang dengan mitra internasional. Saya berharap kolaborasi ini terus dikembangkan agar mampu berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Saleh, sebelum meninggalkan acara karena agenda lain yang telah terjadwal.
Pada sesi selanjutnya, Dedy Rochimat bersama jajaran pengurus DPP ASMINDO mendampingi para delegasi Korea Selatan meninjau langsung berbagai produk mebel dan kerajinan lokal yang dipamerkan di area Gedung South78. Produk-produk tersebut merepresentasikan inovasi desain dan kualitas produksi dari pelaku usaha nasional binaan ASMINDO.

Dedy menekankan bahwa Indonesia terbuka terhadap peluang investasi dan kerja sama yang saling menguntungkan. Ia berharap kunjungan ini menjadi langkah awal menuju kemitraan strategis di sektor industri kreatif.
“Kami sangat menghargai kehadiran rekan-rekan dari Korea Selatan. Mari kita terus berdialog dan menjajaki peluang kerja sama yang konkret, termasuk investasi, co-branding, hingga joint production,” jelas Dedy.
Malam hari, pertemuan ditutup dengan jamuan makan malam bersama. Acara ini turut dihadiri oleh Gandi Sulistiyanto, mantan Duta Besar RI untuk Korea Selatan, yang memberikan sambutan hangat kepada para tamu dari Negeri Ginseng tersebut.

“Saya percaya bahwa kunjungan ini akan menjadi fondasi kuat bagi pengusaha Korea Selatan untuk melihat langsung potensi besar yang dimiliki Indonesia. Pemerintah dan pelaku industri siap memberikan dukungan terbaik,” ungkap Sulistiyanto.
ASMINDO menutup rangkaian kegiatan hari itu dengan penuh semangat dan optimisme. Ketum Dedy Rochimat menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh delegasi serta menyatakan kesiapan organisasi untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut ke dalam bentuk kerja sama yang konkret.
“Hubungan yang telah terjalin ini harus terus dipelihara dan diperkuat. ASMINDO akan terus menjadi jembatan bagi industri mebel dan kerajinan Indonesia untuk terhubung dengan dunia internasional,” pungkas Dedy.
