Atasi Kesulitan Akibat Pandemi Covid-19, Asita Berharap Ada Bantuan Pinjaman Lunak Dari Pemerintah
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nunung Rusmiati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah memberikan stimulus berupa pengurangan pajak kepada para pelaku usaha travel yang terdampak Covid-19. Namun bagi anggota Asita itu belum cukup, untuk tetap bertahan di tengah pandemi ini.
Rusmiati berharap, ada bantuan berupa peminjaman lunak dari pemerintah bagi para pelaku usaha travel. Bantuan tersebut dinilai wajar, karena pandemi Covid-19 benar-benar memukul usaha travel.
“Jadinya pada saat ini, Asita tidak neko-neko, kita minta membutuhkan pinjaman lunak. Misalnya 200 juta kali x 7.000 cuma 1,4 T. Itu tidak ada maknanya dengan penghasilan kita yang 30 tahun misalnya, kita tidak pernah minta apa-apa, bahkan ada yang 50 tahun. Kalau misalnya bencana seperti banjir itu anggota Asita yang membantu. Ini benar-benar Covid ini, anggota Asita terdampak,” kata Rusmiati saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Aviation Forum (IAF) di studio EL JOHN TV, Neo Soho Capital lantai 40, Jalan Letjen S.Parman, Kamis (16/7/2020). Program ini ditayangkan oleh EL JOHN TV setiap Sabtu pukul 11.00 WIB.
Selain Rusmiati, ada narasumber lain yakni Direktur utama PT. Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi said dan Pengamat Penerbangan Joseph Adrian Saul. Program ini dipandu oleh host Arista Atmajati dan Co Host Clarita Mawarni Salem.
Menurut Rusmiati, di tengah pandemi, anggota Asita tetap melakukan promosi pariwisata Indonesia melalui online. Upaya tersebut merupakan komitmen Asita untuk tetap memperkenalkan Indonesia kepada para wisatawan mancanegara (wisman) meksi sedang dilanda musibah kesehatan.
Bahkan, ada wisman dari sejumlah negara yang belum melakukan cancel untuk perjalanan ke Indonesia di bulan September-Desember, mengingat bulan-bulan itu adalah peak season.
“Untuk peak season Desember mudah-mudahan mulai September sudah jalan. Sebetulnya kita anggota Asita sangat dekat dengan klien dari mancanegara. Dia itu tetap di bulan Desember banyak sekali yang belum di cancel. Jadi banyak sekali teman-teman yang masih berharap September ini betul-betul pulih,” ujar Rusmiati.
Selain itu, Asita juga tengah menyiapkan hajat besar yang akan dilangsungkan pada bulan November tahun ini, yakni Asita Wise Travel Fair. Event tersebut akan menjadi event travel terbesar di Indonesia.
“Asita sendiri sudah menyiapkan di bulan November ini, Asita Wise Travel Fair untuk mempromosikan paket-paket. Jadi itu kita mempromosikan 34 provinsi, ini adalah Asita Wise Travel Fair yang terbesar di Indonesia,” ungkap Rusmiati.