Mudik 2026 Masih Musim Hujan, BMKG Siapkan Layanan Cuaca Real-Time 24 Jam

0
1a1bfa30-68c2-4f7f-8f4b-f74a0a37fc35

Ilustrasi BMKG siapkan Layanan Cuaca Real-Time 24 Jam hadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026 (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kesiapan penuh dalam mendukung kelancaran serta keselamatan Angkutan Lebaran 2026. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan informasi cuaca, iklim, hingga sistem peringatan dini yang akurat dan terintegrasi di seluruh Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Faisal mengapresiasi sinergi lintas kementerian dan lembaga yang telah terjalin sejak awal Februari. Ia menegaskan bahwa periode Angkutan Lebaran merupakan agenda nasional dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi, terlebih tahun ini masih berada dalam fase musim hujan.

“Informasi meteorologi berperan penting dalam mendukung keselamatan dan kelancaran operasional transportasi darat, laut, dan udara selama perayaan Idulfitri dan libur Lebaran nanti”

Teuku Faisal Fathan (Kepala BMKG)

Potensi Hujan Tinggi hingga Maret

Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa pada Februari 2026, curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga tinggi. Beberapa wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sangat tinggi.

Memasuki Maret, pola tersebut diperkirakan masih berlanjut. Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah menjadi daerah yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat.

“Kami sampaikan bahwa nantinya di beberapa daerah pada saat memasuki Idulfitri, kita masih menghadapi cuaca ekstrem, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang merupakan rute dengan mobilitas pemudik paling banyak. Tapi di akhir periode Lebaran atau sepuluh hari terakhir di bulan Maret itu curah hujan sudah mulai melandai,” jelas Faisal.

Dorong Mitigasi dan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mendorong upaya mitigasi terpadu, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara situasional berdasarkan kebutuhan dan kajian ilmiah. Pemerintah daerah dengan potensi risiko tinggi dapat berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG terkait pelaksanaan OMC.

“BMKG terus melakukan analisis dan pemantauan kondisi atmosfer secara berkelanjutan serta menyampaikan informasi dan peringatan dini cuaca secara tepat waktu guna mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas terutama selama periode Angkutan Lebaran 2026,” ungkapnya.

Sistem Digital Terintegrasi

Untuk mendukung berbagai moda transportasi, BMKG telah menyiapkan sejumlah platform digital. Di sektor penerbangan, informasi cuaca tersedia melalui System of Interactive Aviation Meteorology (Ina-SIAM). Untuk jalur darat, terdapat layanan Digital Weather for Traffic (DWT), sedangkan sektor pelayaran didukung oleh Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS).

Selain itu, pembaruan informasi cuaca juga dapat diakses melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, media sosial, serta papan display cuaca di sejumlah ruas jalan tol.

Faisal menambahkan, apabila terjadi fenomena berbahaya seperti siklon tropis, BMKG akan segera menyurati kepala daerah agar langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat.

“Apabila ada kondisi yang membahayakan seperti Siklon Tropis Senyar beberapa waktu lalu, kami akan bersurat langsung kepada para kepala daerah agar dapat mengambil tindakan atau antisipasi segera,” jelasnya.

Sebanyak 191 Unit Pelaksana Teknis BMKG di seluruh Indonesia disiagakan selama periode Lebaran. Posko BMKG di 38 provinsi juga beroperasi 24 jam guna memastikan layanan informasi tetap optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *