Business

Bahan Bakar Mineral Dominasi Aktivitas Impor Sulsel

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Sulsel terhadap bahan bakar mineral periode Januari-Februari 2018 menembus US$60,70 juta. Terjadi peningkatan 46,49 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar US$41,44 juta.

“Khusus untuk Februari 2018, impor bahan bakar mineral sebesar US$29,97 juta atau meningkat 26,42 persen dibandingkan Februari 2017 sebesar US$22,13 juta,” kata Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di Makassar.

Selain bahan bakar mineral, komoditas lain yang cukup dominan sepanjang 2018 yakni mesin/peralatan listrik (US$31,51 juta), gandum-ganduman (US$22,74 juta) dan ampas/sisa industri makanan (US$16,01 juta)

“Dari empat besar komoditas impor itu, gandum-ganduman cenderung menurun sekitar 8,07 persen,” ucap Nursam.

Secara keseluruhan, nilai impor ke Sulsel sepanjang 2018 menurun 7,70 persen. Periode Januari-Februari 2018 hanya tercatat US$163 juta, atau lebih kecil dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang menembus US$176,61.

Penurunan nilai impor dipengaruhi anjloknya pengiriman mesin-mesin/pesawat mekanik dari luar negeri. Sejauh ini, nilai impor komoditas itu turun 80,83 persen, dari US$38,81 juta menjadi US$7,61 juta.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close