Bali Kian Tenar di Prancis
J6 CANOE 16 Kms Mamoudzou-Plage Sakouli
Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta hingga tahun 2019. Menjadi salah satu lokasi syuting reality show televisi Perancis, Raid Amazone 2015, Bali siap dipromosikan di benua Eropa, khususnya Perancis. Pengambilan gambar program reality show yang bertemakan ecotourism, culture, dan sport
Dilansir Informasi Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, wisatawan asing asal Perancis untuk 2015 ditargetkan mencapai 230 ribu orang. Program tayangan televisi adventure ini dikemas dalam kompetisi olahraga, seperti; lari, renang, kayak, panah, panjat tebing, bersepeda, dan olahraga lainnya disesuaikan dengan kondisi geografis negara tempat penyelenggaraan reality show, akan diikuti oleh 240 peserta. Sebanyak 70 crew akan melakukan pengambilan gambar seluruh aktivitas peserta. Malaysia dan Kamboja pernah terpilih sebagai lokasi syuting Raid Amazone, sebelum Bali.
Mengapa Bali yang terpilih sebagai lokasi syuting? Alexander Debanne, Presiden rumah produksi ZBO menjelaskan bahwa Bali merupakan destinasi wisata yang populer bagi masyarakat Perancis dan Eropa. ”Dari hasil exit survey memang diketahui kalau Bali menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara. Bali memberikan kontribusi 40% dari seluruh wisatawan asing yang datang ke Indonesia.” tuturnya.
Nilai bisnis yang tinggi, terutama media coverage, menjadi salah satu pertimbangan Raid Amazone dipilih sebagai sarana efektif untuk mempromosikan branding Wonderful Indonesia, khususnya Bali di Eropa. Walaupun dalam strategi pemasaran Kementerian Pariwisata, bukan hanya great Bali yang menjadi satu-satunya daya tarik dan pemasok wisatawan asing yang membutuhkan promosi. Great Jakarta dan great Batam juga dinilai menjadi pintu masuk wisatawan luar ke Indonesia.
“Nilai media coverage Raid Amazone mencapai US$. 200 juta atau sekitar Rp. 300 milyar. Kita akan memanfaatkan momentum pembuatan program reality show Raid Amazone 2015 di Bali untuk mempromosikan great Bali serta awareness branding Wonderful Indonesia, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Perancis,” ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya.
Arief Yahya melanjutkan, “Sebagai tujuan wisata utama di Indonesia, bukan berarti Bali tidak perlu dipromosikan lagi. Karena saat ini Bali masih merupakan tujuan turis mancanegara ke-52 di dunia. Bahkan, masih kalah dengan Bangkok yang kota kecil,” tutupnya.
