Bandung Barat Siapkan 5 Desa Wisata Untuk Tarik Minat Wisatawan

0
wisata bandung barat

Desa wisata kini menjadi destinasi yang diperhatikan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Bahkan belum lama ini destinasi itu masuk dalam pembahasan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan ke-II tahun 2017 yang mengambil tema “20.000 Homestay Desa Wisata 2017” .  Meskipun dalam tema tersebut  yang ditulis soal jumlah homestaynya,  namun Desa Wisata tidak lupa untuk ikut diperhatikan. Pasalnya homestay dan desa wisata adalah bagian tidak terpisahkan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat juga ikut memperhatikan perkembangan desa wisata di daerahnya.  Di Bandung Barat ada lima desa  yang sedang dikembangkan untuk dijadikan desa wisata. kelima desa wisata itu ialah Desa Rende (Kecamatan Cikalongwetan), Suntenjaya (Lembang), Mukapayung (Cililin), Sirnajaya (Gununghalu), dan Cihanjuangrahayu (Parongpong).

Di samping untuk memunculkan destinasi baru wisata Bandung Barat, program ini juga bertujuan untuk menjaga kearifan lokal masyarakat dan kelestarian alam di desa-desa tersebut. Kepala Disparbud Bandung Barat Rakhmat Syfi’i mengatakan  penentuan kelima wilayah tersebut dilakukan berdasarkan hasil kajian dari konsultan.

“Kriterianya itu, antara lain kearifan lokal di desa-desa itu masih tetap terjaga. Akses jalan juga relatif mudah, dan ada sumber airnya. Kemudian dekat dengan destinasi wisata yang sudah ada. Jadi, turis bisa meneruskan berwisata ke desa tersebut,” kata Rakhmat di kantornya, Ngamprah.

Lima desa yang sedang dikembangkan ini  tanpa bantuan dari investor. Bahkan Rakhmat  yakin desa-desa tersebut masih bisa berkembang meski tanpa kehadiran investor.

Sementara itu, Kepala Bidang Kepariwisataan Disparbud Bandung Barat, Nunung Sobariah mengatakan dikembangkannya lima desa tersebut memiliki tujuan yang amat penting yakni pengembangan desa menjadi desa wisata dapat meningkatkan masyarakat sekitar. “Dampak pariwisata itu kan bukan hanya meningkatkan pendapatan asli daerah, tetapi lebih jauh juga ada multiplier effect (efek ganda). Masyarakat sekitar juga bisa ikut memperoleh pendapatan,” katanya.

Guna mempercepat pengembangan desa wisata, lanjut dia, Disparbud Bandung Barat juga memberikan bantuan pembangunan di kelima desa tersebut. Akan tetapi, keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Bandung Barat membuat pembangunan di masing-masing desa dilakukan secara bertahap. Pembangunan yang dilakukan, kata dia, di antaranya ialah dengan membangun gapura dan bale riung.

“Yang pertama kami bangun itu di Desa Rende. Kami buat gapuranya, kemudian bale riung. Tahun ini gantian ke Desa Suntenjaya. Jadi, setiap tahun pembangunan dilakukan secara bertahap berdasarkan anggaran yang ada. Untuk Desa Mukapayung, tahun ini juga sedang dibuat detail engineering design-nya,” tuturnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *