Sri Mulyani Optimis RI Akan Kebanjiran Investasi Setelah S&P Memperbaiki Rating Indonesia

0
sri mulyani

Tekad pemerintah untuk terus memberikan kemudahan bagi investor yang menanamkan modalnya di Indonesia, akhirnya membuahkan hasil. Lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor’s (S&P), memperbaiki rating investasi di Indonesia ke level BBB, dengan outlook investments grade atau layak investasi.  Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menyambut baik  adanya perbaikan rating tersebut

Sri optimistis dengan capaian layak investasi (investment grade) dari Standard & Poor’s (S&P) akan mendorong investasi domestik maupun asing berbondong-bondong masuk ke Indonesia. Dengan peningkatan investasi akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini dan ke depan.

“Ekonomi kita diperkirakan tumbuh 5,1 persen di 2017, tapi di 2018 meningkat 5,4-5,6 persen. Jadi kita butuh investasi dari dalam dan luar negeri,” kata Sri Mulyani saat Konferensi Pers di kantor pusat Ditjen Pajak, beberapa waktu lalu.

Sri menjelaskan, perbaikan dari sisi belanja dilakukan pemerintah dengan upaya meningkatkan efisiensi belanja negara dan pemilahan proyek-proyek mana saja yang prioritas. Pemerintah, lanjutnya, tetap menaruh prioritas belanja negara untuk pembangunan infrastruktur, pengembangan pendidikan, dan perbaikan fasilitas kesehatan. Sementara perbaikan dari sisi penerimaan, Sri menegaskan bahwa reformasi perpajakan terus dilakukan sehingga memberikan dampak kepercayaan yang makin baik terhadap pengelolaan APBN.

“Apalagi ini disampaikan S&P di tengah situasi terms of trade shock, karena harga komoditas dan kondisi ekonomi negara maju yang sebabkan perlemahan ekspor impor. Dengan rating yang bagus akan berikan dampak positif atas investasi di Indonesia. Ini akan memicu keputusan investasi oleh investo, ujar Sri.

Sri meyakini, dengan capaian Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan peringkat layak investasi dari S&P, akan berdampak positif terhadap persepsi investasi di Indonesia.

“LKPP WTP dan rating bagus dari S&P dapat memicu keputusan investasi dari investor dalam negeri melalui pasar modal, pendanaan, perbankan, atau pendanaan korporasi sendiri,” tambah Sri.

Dalam rilis resminya, S&P menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia dianggap mampu menata Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) secara efektif dan efisien. Hal ini, seperti dikutip dari rilis S&P, dianggap memberikan kontribusi atas perbaikan kredibilitas anggaran negara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *