Headline News

Bangga, 300 Bus Buatan INKA Dipesan Kongo

Patut dibanggakan karya anak bangsa terus merambah dunia, di antaranya  produk dari Industri Kereta Api (INKA) yakni bus listrik  yang diminati Kongo. Salah satu negara di benua Afrika ini telah memesan bus listrik buatan INKA sebanyak 300 unit. Saat ini, bus tersebut sedang dalam tahap uji coba.

Pemesanan ini,  merupakan proyek INKA di Kongo terkait transportasi commuter. “Nanti itu buat sistem feeder [bus pengumpan] di sana. Jadi udah pesen 300 bus,” ucap Direktur Utama INKA Budi Noviantoro.

Budi menjelaskan, Kongo sangat tertarik dengan bus listrik ini setelah ada peninjauan dari delegasi Democratic Republik of the Congo (DRC) ke kantor  INKA. Dalam kunjungan tersebut delegasi melihat pengujian bus dan hasilnya memuaskan kemudian disepakati adanya pemesanan ratusan bus listrik ukuran 8 m ini.

Bus dengan nama E-Inobus ini dikatakan Budi,  sedang melalui uji jalan untuk ketahanan pada sejumlah kota Jawa Timur. Bus ini juga sudah lulus uji dengan mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Dalam membangun bus ini INKA bekerjasama dengan perusahaan Taiwan Tron E dan perusahaan karoseri lokal asal Malang, Jawa Timur, Piala Mas.

Menurut Budi, tidak menutup kemungkinan bus ini  dijual ke pasar domestik. Namun karena sudah kontrak sudah diteken,  maka bus tersebut terlebih dahulu  di jual ke Kongo.

“Ini memang kami prioritaskan dulu untuk masyarakat Kongo, karena kami sudah kontrak kemarin. Tapi kalau misal Transjakarta mau ya bisa juga tidak masalah, masa kami tolak. Tapi masalahnya Kongo yang sudah duluan kontrak,” ucapnya.

Budi mengatakan pihaknya kini sedang ‘mengebut’ segala urusan legalitas dan uji coba bus ini agar secepatnya dapat diproduksi masal. Bus yang dibuat untuk Kongo ini, spesifikasi keunggulannya juga sama dengan bus yang nanti di jual ke pasar domestik

Pemesanan bus ini bagian dari proyek pengadaan kereta api penumpang, kereta barang, dan kereta rel listrik untuk Kongo dengan nilai US$11 miliar atau sekitar Rp161,7 triliun. Penandatanganan megaproyek itu sudah dilakukan di Madiun, Jawa Timur pada 14 Oktober lalu.

Seperti diketahui, bukan hanya Kongo saja yang meminati Kereta api garapan INKA. Banyak negara lain di benua Afrika yang meminati kereta api tersebut, antara lain dari Madagaskar dan Nigeria.

Budi menyampaikan untuk merambah ke negara Afrika, INKA memang harus membutuhkan satu paket dimulai dari perencanaan, investasi, pengadaan, serta pengawasan yang akan dilakukan pihaknya. Sebab, dengan itu semua akan lebih memudahkan pihaknya masuk ke arah sana.

“Harapan saya tiga tahun ke depan sih akan banyak kita supply ke negara Afrika,” jelas dia.

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button