EconomicHeadline News

Mau Jadi Pemimpin Teladan Harus Kenali Ciri-Ciri Toxic Leader

Seorang pemimpin perusahaan maupun organisasi ingin kepemimpinannya disenangi karyawan atau anggota organisasi. Namun itu tidak mudah, butuh pemahaman yang kuat untuk menjadi seorang pemimpin yang menjadi teladan. Yang lebih mengkhawatirkan jangan sampai terjebak dalam gaya kepemimpinan toxic leader.

Istilah toxic leader merujuk kepada sebuah proses di mana pemimpin, melalui sikap atau perilaku mereka, menimbulkan kerusakan atau gangguan terhadap pengikut, organisasi dan lingkungan kerja. Dalam jangka lama proses ini bisa menimbulkan hasil yang tidak produktif terhadap perusahaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi seluruh bagian tim yang terlibat di dalamnya.

Former GM PT Multi Garmenjaya Hardy Suryadi  mengatakan untuk menguburkan kepemimpinan toxic perlu dikuatkan gaya kepemimpinan tonic leader. Gaya kepemimpinan ini merupakan lawan dari toxic leader. Kepemimpinan ini menjadi kunci penting, seorang pemimpin untuk membawa kesuksesan. Masalah yang dihadapi bukan untuk dihindarkan, justru dengan tonic leader, masalah tersebut dicarikan solusi yang tepat dengan kemampuan seorang pemimpin yang mumpuni.  Cepat beradaptasi juga ciri tonic leader dalam memimpin sebuah perusahaan.

Adapatasi yang di maksud adalah suatu tindakan sedemikian rupa yang dapat membawa organisai tersebut berjalan tetap dalam jalur sesuai dengan visi misi nya dengan menjadikan dirinya sang leader itu sebagai stimulant terhadap pengikutnya,” kata Hardy saat menjadi nara sumber dalam program Indonesia Business Forum (IBF) yang ditayangkan EL JOHN TV. Selain Hardy juga hadir narasumber lain yakni Motivational Guru,  Sunjoyo Soe.

“Kesalahan leader yang dalam hal ini yang dibuat itu menjadi suatu kesempatan sebagai pembelajaran kita ada sedikit bedakan, dalam toxic leader itu keselahan terus menerus menjadi pembiaran tetapi dalam tonic leader kesalahan itu menjadi kesempatan pembelajaran dua hal yang sangat berebeda,” tambahnya.

Menurut Hardi, seorang pemimpin yang ingin mengimplementasikan gaya tonic leader harus memperhatikan ciri-ciri toxic leader. Hal ini penting agar seorang pemimpin tidak salah langkah dan berupaya untuk menjauh dari ciri-ciri toxic leader tersebut.

Ciri-ciri toxic leader yang harus diperhataikan yakni Otokratis  yakni Pemimpin cenderung lebih memilih menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam prosesnya, kegiatan komunikasi antar lini tidak bisa terjalin baik dan cenderung bersifat ‘up-bottom’.

Kemudian ada Narsistik yang menggambarkan  pemimpin cenderung lebih berfokus kepada kepentingan dan pencapaian yang bersifat personal. Mereka akan selalu berusaha untuk mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar hanya untuk terlihat lebih baik tanpa memperhatikan kemampuan dari tim yang dipimpinnya.

Selanjutnya ciri lainnya adalah Manipulatif.  Sikap ini ditunjukkan dengan menyalahgunakan posisi, sistem organisasi dan juga hubungan yang dimiliki untuk mencapai keuntungan pribadi. Mereka cenderung menutupi berbagai hal yang seharusnya diketahui oleh anggota lainnya di dalam tim.

Setelah manipulatif ada Intimidasi.  Pemimpin cenderung untuk melakukan intimidasi kepada anggotanya melalui kekuasaan yang dimilikinya. Hal ini akan berujung berhentinya proses komunikasi seperti memberikan pendapat karena ketakutan untuk dianggap tidak mampu atau konyol.

“ Berikutnya ada terlalu Kompetitif : Kebutuhan mereka untuk terlihat penting dilakukan dengan melakukan banyak kompetisi tidak penting terutama dengan bawahannya. Mereka cenderung berusaha untuk memenangkan berbagai macam hal walaupun harus bersikap curang,” kata Hardy.

“Dan ciri selanjutnya melakukan Diskriminasi. Pemimpin tipe ini lebih senang dikelilingi oleh orang-orang yang bertipe sama dan memberikan apa yang ingin mereka dengar. Dengan melakukan hal ini bisa terjadi bias antara apa yang ingin dihasilkan dengan kenyataan yang terjadi dilapangan,” tambah Former Director PT Adi Candra Dwiutama ini.

Sementara itu Motivational Guru,  Sunjoyo Soe menjelaskan ada beberapa faktor penyebab lahirnya Toxic Leadership. Yang pertama adalah miskinnya pemahaman tentang kepemimpinan jadi seseorang menjadi pemimpin ketika merasa dirinya pemimpin dan kurang pemahaman tentang kepemimpinan itu akan sangat berdampak terhadap dalam sebuah organisasi yang dipimpinnya.

“Dan itu terjadi dia akan merasa Leader adalah Bos adalah director maka dia akan men direct semua anggota dalam organisasinya, Dan dia akan mengambil keputusan untuk orang lain,” kata Sunjoyo

Yang kedua, Menurut Sunjoyo adalah insecure merasa takut seseorang lebih baik dari pada dirinya sehingga dampaknya dia akan enggan mengajarkan kepada orang-orang di sekitarnya untuk bisa mengajarkan ketereampilan dan sedangkan dia sangat mahir, dan kemudian dia sering sekali melakukan intimidasi dan manipulasi.

Yang ketiga adalah narcissism berbicara tentang arogan. Dan yang terakhir adalah diskriminasi khususnya dia merasa bahwa diversity adalah musuh bukan sebuah support,” ujar CEO Ganesa Kalpataru Satya  dan  The John Maxwell Team Certified Coach ini.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close