Banyak Insentif, Menkeu Ajak Orang Tajir Berinvestasi di Dalam Negeri
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengajak orang-orang kaya untuk gencar berinvestasi di dalam negeri. Menkeu berharap hasil usaha yang surplus tidak disimpan di luar negeri, namun dapat dijadikan modal investasi untuk sektor-sektor unggulan di Indonesia.
“Pesan saya, karena tadi yang berdiri di sini adalah perusahaan dan orang pribadinya tajir. Tajir itu bahasa gampangnya adalah super kaya pasti banyak dananya. Tolong agar akses atau surplus usahanya itu jangan dimasukkan dalam sekuritas apalagi ditaruh di luar negeri,” kata Sri Mulyani. saat memberi paparan dalam pemberian penghargaan kepada 31 wajib pajak di KPP Wajib Pajak Besar, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.
Menkeu menjamin dalam waktu dekat ini ada banyak keuntungan yang didapat investor. Keuntungan itu berupa insentif yang kini pembahasannya mendekati selesai.
Insentif yang diberikan pemerintah kepada investor yakni libur pajak (tax holiday), keringanan pajak (tax allowance), keringanan Pajak Penghasilan (PPh) UKM, dan Insentif bagi erusahaan untuk melakukan penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) maupun memberikan pendidikan vokasi.
“Presiden minta kami segera menyelesaikan seluruh kebijakan insentif bagi investasi. Ada perubahan yang sangat radikal di dalam cara kami nanti mengubah dan mendesain insentif investasi kita,” jelasnya.
Jika tidak ada hambatan ke-empat insentif tersebut akan rampung sebelum April 2018. Ia berharap dengan kebijakan tersebut pengusaha akan semakin bergairah untuk berinvestasi di Indonesia.
Mantan Direktur Pelaksanaan Bank Dunia ini menekankan, pemerintah punya komitmen tinggi dari sisi reformasi dan kebijakan investasi. Untuk itu, pemerintah akan memberikan kemudahan, simplifikasi, pelayanan, dan kepastian dalam investasi.
“Ini semua bertujuan supaya dunia usaha confidence dan yakin, bahwa Indonesia is a growing market, growing economy,” kata Ani.
