Basuki Hadimuljono: Air Bersih di IKN Sudah Siap dan Langsung Bisa Diminum

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.menegaskan bahwa suplai air bersih di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah dirancang dan disiapkan dengan matang. Bahkan, air yang tersedia sudah dapat langsung diminum dari keran.
Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR era Presiden Jokowi ini untuk menepis keraguan publik terhadap kualitas air bersih di IKN. Saat menjadi narasumber dalam program Podcast “Indonesia Menyapa Dunia” di kantor OIKN Jakarta, Basuki memastikan untuk air bersih di IKN tidak ada kendala.
“Banyak yang bertanya tentang ketersediaan air bersih di IKN, terutama lewat media sosial. Kami sudah menyiapkan semuanya,” ujar Basuki.
Sumber utama air bersih di IKN berasal dari Bendungan Sepaku Semoi yang terletak sekitar 15 kilometer dari kawasan inti IKN. Air dari bendungan ini diolah terlebih dahulu melalui instalasi pengolahan air modern, sebelum kemudian dipompa ke reservoir utama yang memiliki kapasitas 300 liter per detik.
Dari reservoir ini, air kemudian dialirkan menuju pemukiman dan fasilitas di IKN menggunakan sistem gravitasi. Inovasi sistem distribusi ini bukan hanya efisien secara energi, tetapi juga menjamin tekanan air yang stabil bagi pengguna akhir. Basuki menekankan bahwa kualitas air di IKN terus dipantau secara rutin setiap enam bulan sekali, untuk memastikan standar kesehatan dan kebersihan tetap terjaga.
“Air ini sudah bisa langsung diminum dari keran, dan kami rutin melakukan pemantauan kualitas air setiap enam bulan sekali. Jadi, air bersih bukan lagi masalah di IKN,” tegasnya.

Lebih lanjut, Basuki memaparkan bahwa pembangunan infrastruktur air bersih di IKN merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk menjadikan IKN bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai destinasi wisata dunia. Dalam konteks ini, air bersih menjadi salah satu elemen fundamental yang menopang pembangunan berkelanjutan.
“Visi kami untuk IKN bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tapi juga menjadi tujuan pariwisata dunia. Namun, tentu saja sektor pariwisata ini harus ditopang oleh ekosistem yang mendukung, salah satunya adalah infrastruktur sumber daya air,” katanya.
Dalam mendukung ekosistem tersebut, Otorita IKN juga telah membangun sebanyak 32 embung di wilayah Nusantara. Embung ini tidak hanya berfungsi sebagai cadangan air dan sarana konservasi, tetapi juga menjadi bagian dari destinasi wisata air. Keberadaan embung disebut mampu memperbaiki mikroklimat, menjaga kelembaban, dan menciptakan udara yang lebih bersih di kawasan IKN.
“Tahun ini, kami akan bangun tambahan 30 embung lagi. Semakin banyak embung, maka mikroklimat di IKN akan semakin stabil,” jelas Basuki.

Embung-embung ini juga diharapkan mampu memperkaya daya tarik wisata alam IKN sekaligus menjadi bagian dari solusi lingkungan jangka panjang. Uap air yang dihasilkan dari permukaan embung akan meningkatkan kelembaban udara dan membantu menurunkan suhu, menciptakan iklim yang lebih nyaman bagi penghuni dan pengunjung.
Dengan infrastruktur air bersih yang sudah terjamin dari hulu hingga hilir serta pembangunan sarana konservasi seperti embung, IKN diharapkan mampu menjadi kota yang modern, sehat, dan ramah lingkungan sebuah ibu kota masa depan yang menjadi teladan bagi kota-kota lainnya di Indonesia maupun dunia.
Air bersih yang ada di IKN menjadi salah satu materi yang akan disosialisasikan oleh finalis empat kontes pageant yang diselenggarakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia di IKN pada 16-27 Agustus 2025. Kontes-kontes tersebut akan dibalut ke dalam acara EL JOHN Pageant Festival 2025 yang untuk pertama kalinya kontes pageant dilangsungkan di Ibu Kota Baru.
Keempat kontes tersebut yakni, Putri Kampus Indonesia, Putri Bumi Indonesia, Putra Putri Pariwisata Nusantara dan Putri Pariwisata Indonesia.
