DestinationTourism

Batur, desa dengan keindahan yang tiada tara

Batur (Resize) (2)

Batur merupakan sebuah desa pegunungan yang terletak di Penelokan Utara, kecamatan Kintamani, sampai tahun 1926 merupakan desa makmur yang berada di kaki Gunung Batur. Jika Anda memasukkan Batur ke dalam daftar destinasi Anda di Bali, pasti Anda tidak akan kecewa. Batur memiliki potensi wisata dan panoramanya yang sangat menarik, seperti Gunung Batur dan Danau Batur. Belum lagi udaranya yang sejuk pada siang hari dan dingin pada malam hari menjadikan tempat ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Jika Anda berdiri di penelokan (dalam bahasa Bali yang berarti tempat untuk melihat-lihat) terletak di wilayah Desa Kedisan, Kintamani, merupakan lokasi yang paling strategis untuk menikmati pemandangan alam di kawasan wisata ini. Mata Anda akan takjub melihat pemandangan di bawah yang sangat menakjubkan kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di tengah kaldera yang oleh banyak wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia.

Anda bisa menuju kintamani baik dari kuta, sanur, ubud dan nusa dua dengan cara tempuh 1 sampai 2 jam dengan menggunakan mobil dan sepeda motor sewaan atau agen perjalanan, biasanya semua agen perjalanan atau tour operator di Bali, memasukkan Kintamani dalam itinerary (rute perjalanan wisata) mereka. Seperti pepatah mengatakan ”sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” dan pepatah inilah yang mungkin akan terbesit di benak Anda ketika sampai di kawasan batur. Karena kawasan ini merupakan kawasan wisata maka Ada banyak hal yang Anda bisa lakukan di sini, tidak hanya sekedar melihat panorama kawasan pegunungan dari penelokan, tapi Anda juga bisa bersantai di restoran menikmati hidangan di meja sambil ditemani oleh udara sejuk yang bersahabat atau turun ke bawah mengunjungi Gunung Batur dan Danau Batur.

Gunung Batur yang spektakuler merupakan sebuah gunung berapi aktif di Batur, Kecamatan Kintamani. Terletak di barat laut Gunung Agung, gunung ini memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 km. Gunung Batur telah berkali-kali meletus. Kegiatan letusan Gunung Batur yang tercatat dalam sejarah dimulai sejak tahun 1804 dan letusan terakhir terjadi tahun 2000 dan paling dahsyat terjadi tanggal 2 Agustus dan berakhir 21 September 1926. Letusan Gunung Batur itu membuat aliran lahar panas yang menimbun Desa Batur dan Pura Ulun Danu Batur.

Jika Anda melihat Gunung Batur dari ketinggian, warnanya yang hitam seolah-olah memperlihatkan bahwa pepohonan di gunung tersebut habis terbakar. Namun ternyata warna ini berasal dari hamparan bebatuan hitam yang duduk diam di atas permukaan gunung. Warna inilah yang menjadikan gunung batur terlihat menakjubkan.Kegiatan mendaki puncak Gunung Batur kurang lebih selama 3 jam, tentunya dengan menyewa pemandu lokal ataupun sahabat yang sudah pernah mendaki gunung ini sebelumnya. Setibanya di puncak gunung, Anda akan terperangah menyaksikan Gunung Agung dan Gunung Rinjani di kejauhan. Selain mendaki, Anda juga bisa berkunjung ke daerah wisata lainya seperti ke kawah dan kaldera. Obyek wisata lain di kawasan Gunung Batur antara lain: Kedisan, Desa Batur, Penulisan, Buahan, Toya Bungkah dan Songan.

Sedangkan untuk Wisata budaya di kawasan Gunung Batur, Anda bisa berkunjung ke Trunyan. Di sebelah utara Trunyan terdapat kuban, lokasi pemakaman desa, jenazah di sini tidak dikuburkan atau dibakar, melainkan diletakkan di bawah pohon setelah dilakukan upacara kematian yang rumit. Tempat pemakamanan ini dipenuhi oleh tulang-tulang, dan bisa jadi kita menemukan mayat yang masih baru, anehnya mayat-mayat ini tidak mengeluarkan bau sama sekali. Jadi jika Anda bernyali besar, Anda bisa berkunjung ke Trunyan. Jika Sumatera Utara memiliki Danau Toba sebagai salah satu andalan wisata mereka, Bali memiliki Danau Batur sebagai andalan mereka. Hal ini tidak salah karena Danau Batur memiliki panorama yang spektakuler. Danau Batur juga merupakan danua terluas di Bali.

Danau Batur yang berbentuk bulan sabit ini berada di dalam kaldera Gunung Batur yang memiliki panjang sekitar 7,5 km, lebar 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km dan luasnya sekitar 16 km2. Kaldera Gunung Batur diperkirakan terbentuk akibat dua letusan besar, 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu. Letusan ini menjadikan lahan di sekitar danau menjadi subur, sehingga kawasan Danau Batur merupakan kawasan yang sejak lama telah dimanfaatkan sebagai tempat pertanian sayuran maupun wisata karena terletak pada ketinggian diatas 1000 meter diatas permukaan laut. Di danau ini juga terdapat aliran air dalam tanah yang mengalirkan air Danau Batur, yang muncul menjadi mata air di beberapa tempat di Bali dan dianggap sebagai “Tirta Suci”.

Untuk sampai ke tepi danau, para pengunjung akan menuruni bukit yang terjal, berbatu dan berpasir hingga sampai ke desa Kedisan yang berada di tepi danau. Di pinggir barat Danau Batur terdapat Toyobungkah yang merupakan sumber mata air panas alam yang digunakan untuk berendam karena diyakini dapat menyembuhkan penyakit kulit. Jika Anda ingin yang lebih tertutup, pergilah ke Tirta Sanjiwani Hot Spring Complex. Di tempat ini Anda bisa berendam untuk menghilangkan pegal-pegal khususnya mereka yang baru pulang mendaki. (arf)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button