Beda Makna Romantis Versi Pria dan Wanita ini Bikin Kamu Kaget

0
sikerado

Foto: Sikerado.hu

“Cinta itu di sini,” ujar seorang pria sambil menunjukkan kepala dan dada dengan telunjuknya. Lantas menegaskan, “bukan di sini!” sambil menunjuk ke arah bibirnya.

Beda makna romantis antara pria dan wanita yang memang ditakdirkan pasangan dengan tipikal masing-masing ini bikin kaget siapa pun. Pada sebuah kasus, kerap terjadi pria dengan cepat membatalkan nge-date makan siang bersama pasangan wanitanya, hanya karena harus meeting dengan klien potensial. Seringkali pula tidak memberi kecupan sayang ketika pulang kerja. Lantas memilih langsung tidur.

Buku 5 Simple Steps to Take Your Marriage from Good to Great karya psikolog sosial Terry Orbuch menjelaskan wanita cenderung bereaksi terhadap kata-kata. Mereka butuh sisi romantis laki-laki. Ingin diyakinkan jika dirinya berarti, khusus untuk pasangannya. Di sisi lain pria berpikir, cinta adalah pemenuhan tanggungjawab, perlindungan, rasa aman dan nyaman. Bagi mereka para lelaki perasaan cinta ada di dalam pikiran dan hati. Bukan sekadar kalimat romantis tanpa praktik.

Mengucapkan i love you sangat sulit bagi pria. Kadang terlintas memikirkan hal itu, cukup membuat mereka malu dan salah tingkah.

Maka mereka lebih fokus mencari cara bagaimana sang kekasih percaya dirinya pria terbaik dengan cara-cara maskulin. Misalnya memastikan sang wanita bebas dari gangguan pria lain atau diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Sementara melakukan hal-hal tersebut, ia terus memikirkan tanggungjawab lain yang lebih penting daripada dianggap romantis.

Apakah itu? Pria disibukkan dengan upaya agar hubungan mereka langgeng. Berpikir (dan tentu saja bertindak) supaya masa depan wanita jika bersamanya terjamin. Maka pria akan berusaha bekerja keras menyelesaikan kuliah, meningkatkan karir atau mencari tambahan penghasilan.

Fakta ini membuat pria pada akhirnya terlihat seperti makhluk yang cuek dan tidak romantis. Mereka lebih suka menempatkan hubungan antarlawan jenis,  dalam hal asmara sekali pun dengan jarak yang normal. Artinya ini sama pentingnya dengan hal lain dalam hidup mereka. Namun bukan berarti mereka menganggap sebuah hubungan tidak penting.

Inilah yang sering memicu  pertengkaran abadi wanita dan pria. Dua sudut pandang yang berbeda. Malah saling berseberangan. Si pria telah berpikir dirinya romantis. Sebaliknya, cewek menuduh si pria egois. Apa yang diperlukan hanya saling memahami. So, buat Anda para wanita yakinlah romantis pada otak pria itu amat temporer. Hanya saat pedekate. Lantas, jadi pria romantis sejagad ketika pengantin baru doang. Setelahnya otak mereka dipenuhi cara mempertahankan agar pasangannya merasa aman dan nyaman. Tanggungjawab. Itulah yang mereka pikirkan.

Jadi jangan harap pria akan bersikap romantis sepanjang waktu. Alih-alih, harapan itu akan membuat kamu jengkel. Sebagai penawarnya, apakah semakin lama priamu makin menunjukkan sisi-sisi tanggungjawab?

Jika iya, maka selamat!

Maklumi jika sebagai wanita tak selalu mendapatkan kecupan di kening saat pasangan melihat Anda tertidur menunggu ia seharian bekerja. Sesungguhnya ia telah menunjukkan visi ke depan yang baik. Dan sikap ini lebih dari cukup untuk membuat Anda merasa beruntung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *