Berbekal Keberanian dan Tekad Kuat, Apeng Berhasil Menjadi Orang Sukses

0
WhatsApp Image 2018-08-16 at 14.08.06 (2)

Hanya mengenyam pendidikan sampai SMA, Tjia Apeng berhasil menjadi orang sukses yang menggeluti bidang perdagangan. Pria kelahiran Kepulauan Riau ini,  berani mengambil keputusan tepat untuk membuat usaha dagang di kawasan Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Barat.

Namun untuk mencapai kesuksesannya itu,  Apeng harus berjuang , meninggalkan  orang tuanya yang notabenya hanya sebagai seorang petani  di Kepulauan Riau, untuk berangkat ke Ibu Kota. Kepergiannya ke Jakarta, berawal dari pertemuan Apeng dengan seorang sales Marketing di pulau terpencil  di Kepulauan Riau, saat itu Apeng masih duduk di bangku SMA atau sekitar tahuan 86-an.

Kepada Apeng, si sales ini berpesan untuk meraih sukses harus berani terjun ke Lapangan. Dari pesan itulah, Apeng memberanikan diri untuk menapakan kakinya di Jakarta.

“Dia (Sales)  bilang adek kalau mau sukses harus terjun ke lapangan, jangan Cuma duduk di dalam lihatin lampu dan tembok, itu tidak ketahuan dunia luar gimana. Nah dari situ saya bilang ke ibu saya, kita kan ini petani yah, petani karet. Jadi ibu saya setuju, kalian tamat SMA pergi semua. Jadi dari situ saya punya niat, saya tamat SMA harus pergi,” terang Apeng di program “Inspira Talk” bersama host Cindy Guinata, yang ditayangkan di EL JOHN TV.

Sebagai pendatang baru di Jakarta, Apeng harus merasakan kerasnya kota Jakarta. Kerap,  ia harus berurusan dengan pihak berwajib karena melanggar lalu lintas. Selain itu, saat di Jakarta, Apeng juga baru mengetahui bahwa waktu menjadi nomer satu di Jakarta. Mengetahui hal itu, lantas Apeng  dapat beradaptasi dengan kondisi di Jakarta

Beruntung ada kata motivasi yang didapat Apeng saat di Jakarta. Kata motivasi itu dilontarkan oleh seorang teman yang menjadi atasan Apeng saat bekerja di Jakarta.  Kata motivasi itu, yakni “ Di Jakarta, tidak boleh malu, tidak boleh malas dan tidak boleh marah.”

“Dia jelasin kerja apa pun kamu ga boleh malu, kalau malu ga bakal kamu kerjain.  Kalau kamu ga kerjain berarti kamu ga punya kesempatan. nah itu satu. Ga boleh malas itu benar, bangun siang, rezeki sudah dipatok ayam.  Ga boleh marah, Kalau bos kamu suruh kerjain ini, kamu ga boleh marah, kamu pikrr di rumah betul ga yah bos marah. Jadi yang diomelin itu, kamu pikirkan, itu betul kan. Jadi itu tiga point yang ditanamkan sebagai anak muda yang mau merantau ke Jakarta,” ujar Apeng.

Pesan itu selalu digunakan Apeng hingga saat ini. Namun sebagai anak Apeng juga tidak  lupa untuk menjalani pesan orang tua. Saat itu, sang ayah berpesan kepada Apeng, jika mau berhasil harus berani  membuat usaha sendiri. Pesan itu, diambil oleh sang ayah dari bahasa mandarin.

”Jadi selama tujuh tahun saya kerja diperusahaan itu sudah saya pikirkan, saya untuk melangkah ke bisnis lain. Memang saya punya prinsip saya harus berhasil. Sesuai tahun 80-an ada satu lagu yang memotivasi saya.  Itu lagu hokian, itu yang saya pegang,”  ungkap Ketua Perhimpunan Hainan Jakara ini.

Kini sudah 21 tahun Apeng menjalani usahanya di kawasan Pasar Pagi Mangga Dua. Produk-produk  yang dijualnya kini banyak diburu masyarakat.  Selain konvensional, produk yang dagangkan Apeng,   juga dijual melalui online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *