Bingung bagaimana mengatur keuangan untuk usaha anda, ini dia caranya

0

Mengelola-Keuangan-Usaha

Bagi anda yangbaru memulai atau yang sudah memulai lama suatu usah terkadang masih bingung nih bagaimana cara mengtur keuangan anda. Untuk pengaturan keuangan dalam suatu usaha tidak beda jauh seperti menggurus keuangan pribadi. Hal ii harus dilakukan karena ada yang namanya pemasukkan, pengeluaran hutan dan piutang. Hal ini yang biasanya akan ribet kalau anda tidak andai dalam mengatur keuangan anda, nah ada beberapa informasi yang diharapkan bermanfaat bagi anda yang ingin mengatur keuangan agar usaha anda tidak mengalami kerugian. Untuk pertama anda bisa memisahkan antara uang pribadi dengan usaha karena hal tersebut bisa menjadi penyebab kebangkrutan usaha kecil karena tidak melakukan pemisahan keuangan ini.

Tidak jelas mana uang untuk bisnis, mana uang untuk keperluan pribadi. Ambillah gaji dari hasil keuntungan usaha anda sendiri untuk keperluan pribadi. Kalau masih kurang mungkin anda bisa menunda sesaat toh nantnya juga kalau sudah maju ana bisa mendapatkan banyak peasukkan. Jika Anda adalah pemilik sekaligus pekerja dalam usaha Anda sendiri, beri upah/gaji diri Anda sendiri. Besarnya adalah 10% dari omset. Jika Anda mempunyai karyawan maka total gaji Anda + karyawan tetap 10% dari omset.

Jika Anda tidak mampu mengelola keuangan dengan baik, Anda bisa melibatkan orang lain untuk membantu dalam menghitung keuangan usaha Anda. Dengan cara seperti ini dapat mengurangi risiko kesalahan terhadap usaha Anda. Jika Anda baru memulai usaha ini, hitung kembali kebutuhan dana awal yang sudah disiapkan sebelumnya. hal ini dilakukan untuk memastikan modal yang dimiliki cukup untuk menjalankan usaha setahun ke depan bahkan memperkirakan beberapa lama modal bisa kembali. Anda banyak contoh perhitungan yang bisa Anda dapat baik dari media online, atau di toko buku.

Begitu sibuknya Anda dalam menjalankan bisnis Anda, jangan sampai Anda menyepelekan biaya operasional. Meski itu sekedar membeli sajian untuk tamu, atau sekedar membeli sebuah bullpen. Anda membelinya dengan uang usaha dan untuk kepentingan usaha, jadi jangan lupa catat!! Jangan Anda abaikan. Dari sini Anda bisa melihat adakah pos biaya yang berlebihan atau justru kurang. Bisnis kecil Anda hidup dan berkembang dari pemasukan. Kalau Anda menjual dan terus menjual tapi Anda lupa menagih, tentu pos pemasukan Anda akan hancur. Jadi jangan abaikan pos ini karena hidup dan mati bisnis kecil Anda berasal dari pos ini.

Nah untuk mengatur keuangan annda agar bisa makin teratur anda membuat pembukuan, seperti yang ada di bawah ini. Buku Arus Kas atau buku kas, Catatan keluar masuk uang secara riil. Isinya hanya catatan uang keluar dan masuk saja. Buku Persediaan Barang, Catatan untuk setiap pertambahan barang masuk karena pembelian ke suplier yang kita lakukan dan berkurangnya barang karena laku terjual.

Buku Pembelian dan Penjualan, Catatan uang keluar karena pembelian barang yang kita lakukan. Nilai rupiahnya. Catat nilai rupiahnya setiap kita melakukan pembelian barang ke suplier. Catat juga uang masuk karena penjualan. Buku ini bisa juga menjadi ringkasan dari buku kas, tapi khusus pembelian dan penjualan saja. Kumpulkan data dari buku kas harian, masukkan ke buku ini. Dengan buku ini, anda bisa memantau berapa besar pembelian dan berapa besar penjualan (omzet), dan selisihnya langsung menjadi laba kotor sebelum dikurangi biaya-biaya. Buku Hutang Piutang, Kalau ini sih biasanya sudah punya. ya catatlah hutang pelanggan dan piutang anda ke pihak supplier. Buku Biaya dan pendapatan lain selain dari penjualan barang/jasa kita, Catatan biaya-biaya dan pendapatan lain harus dikumpulkan dalam sebuah akun/buku tersendiri. Ini penting untuk mendapatkan data laba bersih. biaya-biaya itu seperti listrik, telepon, pengemis dsb. Sedangkan pendapatan lain itu misalnya menjual kardus bekas, parkir dsb. Nah selamat berusaha ya. (arf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *