BMKG: 3–7 Hari ke Depan Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jabodetabek
Ilustrasi BMKG memprediksi pada 7 hari kedepan cuaca ekstrem masih terjadi di Jakarta dan sekitarnya (Foto: generated AI)
El John News, Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memperingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam 3 hingga 7 hari ke depan di wilayah Jabodetabek. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif dan mendukung pertumbuhan awan hujan.
BMKG menjelaskan, pada 12 April lalu kondisi atmosfer sangat mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas signifikan. Beberapa faktor yang berperan antara lain gelombang Rossby, belokan angin di wilayah selatan Jakarta, serta kondisi atmosfer yang labil dan aktivitas konvektif yang tinggi.
“Gelombang Rossby, belokan angin di selatan Jakarta, serta kondisi atmosfer yang labil dan aktivitas konvektif tinggi menjadi faktor utama pemicu cuaca ekstrem,” demikian penjelasan BMKG.
Cuaca ekstrem tersebut tidak hanya ditandai dengan hujan lebat, tetapi juga disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan dampak seperti pohon tumbang hingga kerusakan infrastruktur ringan.
Untuk periode 13 hingga 16 April, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi. Kondisi ini juga berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang, terutama di wilayah selatan Jakarta dan kawasan Jabodetabek secara umum.
“Dalam beberapa hari ke depan, hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di Jabodetabek,” lanjut BMKG.
Sementara itu, memasuki periode 17 hingga 19 April, potensi cuaca ekstrem diperkirakan mulai menurun. Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mungkin terjadi di sejumlah wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, serta memperhatikan informasi cuaca terkini guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.
