BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel untuk Cegah Karhutla

0

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tri Handoko Seto, mengungkapkan bahwa BMKG terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu fokus utama saat ini adalah di Sumatra Selatan, yang berlangsung dari 4 hingga 14 Juli 2024.

Seto menjelaskan bahwa OMC merupakan langkah preventif dan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama ketika memasuki puncak musim kemarau. “OMC ini adalah upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla terutama pada saat memasuki puncak musim kering,” ujar Seto pada Minggu (07/07?2024).

Tujuan utama dari OMC di Sumatra Selatan adalah untuk membasahi lahan gambut melalui hujan buatan. Ini merupakan langkah mitigasi yang dilakukan BMKG bersama para pemangku kepentingan guna mencegah terjadinya Karhutla. Secara alami, lahan gambut adalah rawa yang telah dimanfaatkan untuk keperluan ekonomi, sehingga tinggi muka airnya diturunkan. Regulasi menetapkan bahwa Tinggi Muka Air Tanah (TMAT) tidak boleh kurang dari 0,4 meter.

“Pada dasarnya, pengelola perkebunan menjaga level air gambut 40 cm di bawah permukaan menggunakan sekat-sekat kanal. Namun, dalam kondisi kemarau jumlah air akan berkurang. Oleh karena itu, pemerintah melaksanakan kegiatan OMC untuk meningkatkan level air gambut yang saat ini lebih rendah daripada 40 cm sehingga pada puncak musim kemarau nanti lahan gambut masih bisa dijaga tetap lembab,” tambahnya.

Pada tahap pertama, BMKG telah melakukan sorti penyemaian awan di wilayah lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan menggunakan 800 kg bahan NaCl. Sebelum melakukan penyemaian, BMKG melakukan analisis kondisi cuaca pada hari penyemaian sebagai dasar perencanaan penerbangan penyemaian awan.

Kasupokja Restorasi Gambut Sumatra Selatan, Deasy Efnidawesty, menyatakan bahwa dalam menentukan prioritas OMC, pihaknya mempertimbangkan Peta Indikatif Restorasi (PIR) yang mengidentifikasi sekat kanal dan timbun kanal yang efektif untuk menahan air hujan. “Kami berharap OMC dapat mengurangi risiko kebakaran di lahan gambut yang rentan, khususnya saat puncak musim kemarau,” jelas Deasy.

Kegiatan OMC di Sumatra Selatan didukung oleh satu unit pesawat CASA TNI AU A-2104, dengan kru penerbang dari Skadron 4 TNI AU. Kegiatan ini difokuskan untuk melakukan penyemaian awan di wilayah-wilayah dengan tutupan lahan gambut di Provinsi Sumatra Selatan, terutama wilayah konservasi lahan gambut.

Operasi Modifikasi Cuaca serupa telah dilakukan di Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat dengan hasil yang positif. Keberhasilan ini memberikan harapan bahwa OMC di Sumatra Selatan juga akan berjalan sukses.

Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder, termasuk Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Balai Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Wilayah Sumatra, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta perusahaan-perusahaan seperti Sinarmas Forestry and Partner di wilayah Sumatra Selatan dan PT. Rimba Hutani Mas (RHM).

Dengan adanya kolaborasi antara BMKG dan berbagai pihak terkait, diharapkan risiko Karhutla di Sumatra Selatan dapat diminimalkan, sehingga lingkungan dan ekosistem lahan gambut tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *