BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Hingga 19 Januari, Jabodetabek Diminta Siaga

0
WhatsApp Image 2026-01-13 at 14.20.34

Banjir merendam jalan Gunung Sahari tepatnya yang berada di sekitar Halte Pademangan pada 12 Januari 2026 (Foto: El John News/Sigit)

El John News, Jakarta-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang masih berpeluang terjadi hingga 19 Januari 2026. Dalam keterangan resminya yang disampaikan melalui media sosial, BMKG menyebutkan bahwa hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia, termasuk kawasan Jabodetabek.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang membawa suplai uap air dari daratan Asia, serta aktifnya fenomena La Niña lemah yang meningkatkan kelembapan atmosfer. Selain itu, keberadaan daerah tekanan rendah di wilayah timur Australia turut memengaruhi pola sirkulasi angin di Indonesia bagian selatan.

Situasi tersebut menyebabkan perlambatan pergerakan massa udara dan memperkuat proses pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Untuk periode 13 hingga 15 Januari 2026, BMKG menetapkan status Siaga di sejumlah daerah, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, serta Papua Pegunungan.

Tak hanya hujan lebat, BMKG juga mencatat adanya bibit siklon 91W di utara Papua yang berpotensi memicu angin kencang di berbagai wilayah. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor.

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan seperti dataran rendah, daerah aliran sungai, serta kawasan perbukitan, untuk lebih berhati-hati. Di Jakarta, potensi banjir dan genangan dapat berdampak pada kelancaran lalu lintas, terutama pada jam sibuk. Sementara itu, wilayah Bogor dan sekitarnya dihadapkan pada ancaman longsor akibat kondisi tanah yang telah jenuh air.

BMKG menegaskan, kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *