BPH Migas Kembali Resmikan SPBU BBM Satu Harga di Wilayan Perbatasan

0
PS1VVL8eZE_qlqw-W0B2P-h42AtasYjJnmg6m39v41rzr4-gwIxoxkBqTZN2IU7ydP--YtXLR51Ar92SN4Ke89PRZ5SgwydEUKy2VJOd8yr_Fo1hvNTcEyN_VVCL2nzqib7SVrSJO5gBW8Sn7M_yRDyLhk52HXv_cHg=w470-h313-nc

Daftar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah perbatasan yang menyediakan BBM satu harga kembali bertambah. Kali ini, SPBU tersebut terdapat di Dusung Tapang Kelasan, Desa Empunak Kecamatan Ketungau Hulu. Dusun ini menjadi daerah perbatasan antara Indonesia dengann Malaysia.

SPBU tersebut diresmikan oleh BPH Migas untuk dapat menjual BBM satu harga pada Sabtu, 17 November 2018. Tampak hadir pada peresmian SPBU Kompak yang menyediakan BBM satu harga tersebut, Dirjen Minyak dan Gas Bumi BPH Migas, Tisnaldi didampingi Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Akhmad Syakroza, dan Sales Executive Retail VII PT Pertamina (Persero), Andi Reza Ramadhan.

Peresmian ini menjadi program BBM Satu Harga ke-93. Dengan diresmukan SPBU bernomor 66.786.005 sudah dapat melayani pembelian solar dengan harga Rp5.150 per liter, dan premium Rp6.450 per liter.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi BPH Migas, Tisnaldi mengatakan, peresmian ini merupakan komitmen BPH Migas dalam mengawal program BBM satu harga dapat berjalan sesuai harapan, yakni dapat dinikmati warga hingga ke pelosok.

“BBM satu harga ini adalah bukti begitu besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakatnya. Selain itu dalam implementasi program BBM satu harga di Kabupaten Sintang, maka kami berharap semua pihak, antara lain pemerintah daerah, pengusaha dan PT Pertamina (Persero) dapat bekerjasama dan berkoordinasi dengan baik,” katanya.

Menurutnya, ketersediaan BBM satu harga itu dalam upaya pemerintah menciptakan sistem yang dapat mempermudah masyarakat agar mendapatkan BBM secara adil.

“Jangan sampai ada hal-hal yang dapat mempersulit masyarakat yang membutuhkan BBM,” katanya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Akhmad Syakroza, mengatakan program BBM satu harga dapat dinikmati langsung oleh masyarakat, sehingga akan berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi.

“Kalau harga BBM relatif sama dengan yang dijual di kabupaten, maka biaya transportasi akan lebih murah dan ongkos angkut serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat juga akan lebih baik dan lebih terjangkau. Saya berharap dalam sebulan dua bulan ini dampak keberadaan SPBU ini sudah terlihat dengan semakin bergairahnya mobilisasi perekonomian masyarakat di perbatasan ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *