Bupati Bandung Resmikan Pusat Informasi Pariwisata Untuk Mempermudah Para Wisatawan

0
Bupati bandung

Untuk memberikan kemudahan informasi kepada wisatawan yang berkunjung ke destinasi Wisata di Kabupaten Bandung, Bupati Bandung Dadang M. Naser meresmikan Tourism Information Center (TIC), atau Pusat Informasi Pariwisata (PIP), sekaligus meluncurkan Calendar of Event (CoE) melalui aplikasi Bandreg (Bandung Regency).

Menurut Dadang dalam TIC tersebut, terdapat berbagai layanan terkait kepariwisataan.

”TIC ini kami dirikan untuk memudahkan wisatawan dalam maupun luar negri, untuk menggali informasi terkait kepariwisataan di Kabupaten Bandung,” katanya saat ditemui di Gedong Budaya di Soreang.

Dadang mengatakan, kepariwisataan bersifat multi dimensi. Namun sejauh ini daya tarik Kabupaten Bandung masih terfokus pada wisata alamnya.

”Untuk semakin banyak menjaring pengunjung, kita harus lebih profesional dalam menyempurnakan sajian pariwisatanya. Selain maha taman, kita juga memiliki kekayaan budaya, fashion dan kuliner,” jelasnya.

Dadang berharap, ke depannya sajian budaya siliwangi berupa pergelaran seni, dapat dihadirkan secara rutin. Sehingga wisatawan akan semakin tertarik untuk berkunjung.

”Di TIC ini juga, para pelaku pariwisata bisa belajar bagaimana membranding sebuah kegiatan atau event. Makanya kita juga dukung dengan peluncuran Calendar of Event, yang menampilkan rangkaian kegiatan sepanjang tahun. Jadi pengunjung bisa tahu kapan ada event tertentu di Kabupaten Bandung. Selain itu juga tentunya manajemen pemasaran harus diperkuat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung H. Agus Firman Zaini menyebutkan, target kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) pada 2020 mendatang mencapai 3 juta orang.

”Di 2019 ini dari target 2,6 juta, hingga bulan November telah tercapai sekitar 2,4 juta kunjungan wisnus. Kami optimis target akan tercapai bahkan terlampaui, mengingat adanya peningkatan kunjungan di setiap penghujung tahun,” kata Agus.

Agus menjelaskan, capaian pengunjung sampai bulan November 2019, sudah jauh meningkat dibanding tahun 2018. Terdata sebanyak 1,7 juta wisatawan. Hal itu tidak terlepas dari dukungan pembangunan infrastruktur, salah satunya jalan tol Soreang-Pasirkoja (Soroja).

”Pada 2020 ini, kami mendorong peningkatan kunjungan wisman dari Timur Tengah, melalui destinasi wisata halal. Sebab, finansial mereka sangat kuat, sehingga diharapkan akan memberikan multi efek bagi daya beli masyarakat Kabupaten Bandung,”jelasnya.

Agus berharap, dengan peluncuran CoE, pihaknya merasa optimistis pencapaian target kunjungan wisatawan di tahun 2020 akan terus meningkat.

”CoE merupakan rangkaian kegiatan Disparbud sepanjang 2020, ditambah juga event yang diselenggarakan Perangkat Daerah lainnya,” ujarnya

Lebih lajut Agus menjelaskan, di tahun 2020 ada sekitar 20 event yang akan diselenggarakan pihaknya. Antara lain Halo Bandung-Netherland Festival, Pasanggiri Pencak Silat, Sabilulumpat, Festival Sipatahunan, Kawah Putih Jazz Festival, Festival Curug Cinulang, Jelajah Kopi, Karnaval Kemerdekaan, Lake to Lake Fun Bike dan Hijrah Fest.

”Untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses CoE, kami berkolaborasi dengan Diskominfo (Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika), dengan membuat aplikasi digital CoE yaitu Bandreg. Masyarakat dapat mengunduhnya di internet,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *