Chef Degan : Kuliner Indonesia Butuh Promosi Berkesinambungan
Chef Degan Septoadji giat perkenalkan masakan Indonesia di luar negeri. Menurutnya promosi jadi kunci penting membuat masakan Indonesia dikenal lebih luas lagi.
Lebih dari 30 tahun chef Degan berkiprah di industri boga. Tak sekadar memasak, melalui karirnya chef Degan bertujuan mempromosikan masakan Indonesia di luar negeri.
Saat ditemui di Resinda Hotel Karawang, chef Degan berujar masakan Indonesia sebenarnya kompetitif dengan masakan dari negara lain. Hanya saja tidak semua orang kenal masakan Indonesia di luar negeri.
“Waktu saya di Bangkok tahun 2005, hanya ada satu restoran Indonesia di sana. Makanannya oke cuma tutup. Padahal di sana banyak restoran Malaysia dan Singapura,” ujar Corporate Executive Chef Padma Hotels yang baru ini.
Ia juga menyayangkan saat tamunya di London kaget ketika tahu nasi goreng dari Indonesia. Selama ini tamu tersebut mengenal nasi goreng dari Malaysia.
“Kita nggak bisa nyalahin mereka. Saya pikir kita harus semaksimal mungkin mempromosikan makanan indonesia,” lanjut chef Degan. Ia menambahkan masakan Indonesia sebenarnya digemari di luar negeri. Tiap saya bikin promo masakan Indonesia di luar negeri, seleranya cocok. Masakan kita nggak terlalu pedas kayak Thailand, layer flavor-nya banyak,” jelasnya.
Ditambah lagi ada cerita yang menyertai dari tiap bahan atau bumbu masak Indonesia.
“Zaman dulu di Jawa, bumbu dianggap sesuatu yang sakral. Bumbu merah, kuning, putih, hitam dan hijau masing-masing punya arti,” lanjut chef yang tinggal di Bali ini.
Menurut chef Degan, cerita seperti itu sangat diminati orang luar negeri.
Chef berusia 50 tahun ini menambahkan, “Misalnya saya buat rawon, saya juga akan bawa kluwak mentah dan memperkenalkan pada mereka, ini yang dipakai untuk membuat rawon.”
Berdasarkan pengalamannya, chef Degan berujar orang Eropa paling suka masakan Indonesia berbahan santan karena menurut mereka santan eksotis.
“Mereka suka sayur lodeh, gulai dan soto Betawi,” tutur chef Degan.
Tapi satu masakan Indonesia yang menurut chef Degan kurang disukai orang Eropa.
“Mereka nggak suka gudeg ya. Karena menurut mereka semua rasanya manis,” ujar chef ramah ini.
Saat ditanya soal kunci membuat masakan Indonesia terkenal di luar negeri, chef Degan mengatakan hanya satu kuncinya yaitu promosi yang berkesinambungan.
“Tiap tahun promosi masakan Indonesia di restoran bintang 3 Michellin di Jerman selalu laku,” tutur chef Degan memberi contoh.
Bagi orang Eropa, masakan Indonesia punya banyak lapisan bumbu sehingga cocok dinikmati dengan wine.
