Danau Tolire, Keindahan dalam Balutan Mistis di Kaki Gunung Gamalama
Tolire adalah danau yang berlokasi di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Lokasinya persis berada di selatan Gunung Gamalama. Ada dua danau di sini, yaitu yang besar bernama Tolire Besar (lamo) dan yang kecil bernama Tolire kecil (ici) dan keduanya hanya berjarak sekira 200 meter. Untuk mencapi danau ini lokasiya tidak begitu jauh sekira 10 menit dari Kota Ternate. Anda dapat menyewa kendaraan atau pun ojek hingga tiba di sisi selatan kaki Gunung Gamalama. Mobil sewaaan kisaran harganya mulai Rp250.000,- per hari, sementara untuk ojek sepeda motor tarifnya mulai Rp10.000,- per jam. Dari masa ke masa, volume air danau ini tidak tampak berkurang atau bertambah. Air Danau Tolire dikatakan nyaris tak beriak dan saat musim panas akan berubah warnanya menjadi hijau pekat serta menjadi coklat saat musim penghujan. Danau Tolire Besar bentuknya menyerupai loyang raksasa dengan kedalaman dari puncak bukit ke pemukaan airnya mencapai 50 meter dengan luas 5 hektare. Sementara itu, kedalaman danau ini belum diketahui namun masyarakat sekitar percaya dasarnya yang amat dalam itu berhubungan langsung dengan Laut Ternate.
Danau Tolire biasa disebut juga Tolire Gam Jaha yang artinya ‘lubang kampung tenggelam’. Nama tersebut diarahkan pada pembentukannya dahulu kala. Menurut cerita masyarakat, Danau Tolire terbentuk saat gempa melanda akibat erupsi Gunung Gamalama pada 1775. Saat itu, guncangan bumi yang kuat terjadi tepat di sebuah desa bernama Desa Soela Takomi dan menimbulkan letusan uap panas menyertai erupsi sehingga desa tersebut terbenam ke bawah bumi seiring terbentuknya dua dua danau tersebut. Meski danau ini menjadi habitat banyak ikan dan burung namun warga sekitar tidak berani mengambil atau berburu di sekitarnya karena di danau tersebut diyakini dihuni dan dijaga buaya gaib yang berukuran belasan meter. Buaya putih tersebut hanya sesekali menampakkan diri di permukaan tengah danau dan tidak semua orang bisa melihat kehadirannya.
Selain cerita mistis, Danau Tolire bagi masyarakat Ternate dipercaya sebagai tempat membuang harta berharga penduduk Ternate yang dahulu coba dirampas tentara Portugis. Konon ada pula cerita berkembang bahwa harta tersebut memang diatur pihak Kesultanan Ternate untuk disimpan di dasar danau agar tidak bisa ditemukan tentara Portugis. Menikmati panorama danau yang mirip mangkuk raksasa ini dari area pandang dapat menjadi kegiatan utama melengkapi pengamatan pada beragam burung yang terbang di atasnya. Ada kegiatan khusus bagi pengunjung dapat dilakukan di Danau Tolire. Biasanya diberi kesempatan untuk melempar batu beberapa butir dari atas area pandang ke bawah permukaan danau. Kabarnya hanya sebagian mampu melempar batu dan jatuh di permukaan airnya.
Warisan budaya dari Kesultanan Ternate salah satunya adalah ragam kuliner yang telah menyebar ke banyak daerah di sekitar Halmahera, Sulawesi, bahkan hingga ke Papua. Kota Ternate tentunya menyediakan banyak tempat untuk Anda mencicipi kelezatan kulinernya. Gohu ikan khas ternate dibuat dari ikan tuna mentah. Makanan ini banyak dikatakan orang sebagai sashimi dari Ternate. Gohu ikan tersebut dibuat dari ikan tuna dan bila sedang tidak musim maka gantinya ikan cakalang sekalipun teksturnya tidak semulus tuna namun tetap lezat. Harga seporsi makanan ini biasanya Rp30.000,-. Gatang kanari juga bila Anda coba bila berminat dan hanya tersedia di beberapa restoran khusus. Meski terbilang makanan mewah dan mahal harganya tetapi kuliner ini termasuk yang paling diburu wisatawan saat menyambangi Ternate. Harganya antara Rp750.000,- hingga Rp 1 juta lebih. (arf)
