Dari sampah menjadi uang
Apa yang anda lakukan jika melihat botol yang tidak dipakai lagi ketika anda sedang berjalan, anda membuangnya ke tong sampah ? anda membiarkannya saja ? atau anda membawanya pulang karean anda bisa melihat sesuatu dari botol tersebut ?. mungkin kebanyakan orang malah membiarkan botol tersebut yang tidak terpakai begituu saja. Hal ini yang sering kita lihat karena masih sedikit yang peduli tentang alam disekitarnya. Sebenarnya pada pertanyaan ketiga masih ada juga orang yang mampu melihat uang meskiun dari sampah itu sendiri.
Orang ini yang mengambil keuntungan dari sampah yang anda kira tidak berguna lagi. Barang yang sudah tidak digunakan lagi ini masih mempunyai nilai jika anda mampu berpikir kreatif untuk memodifikasi barang yang tidak digunakana itu menjadi barang yang berguna. Mungkin pernah anda dengar anda yang membuka usaha bank sampah ?, ya mungkin memang terdengar aneh tapi jangan anda salah sangaka kalau Bank iin tidak menghasilkan uang.
Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan . Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.
Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki.
Itu salah satu contoh dalam bisnis yang berhubungan dengan daur ulang barang bekas tapi secara makro, nah kalau anda mau juga masih bisa dengan yang mikro seperti mengerjakan kerajinnan dengna menggunakan salah satu bahan bekas yang tidak dipakai seperti kerajinan dari plastik, besi tua, maupun dari ban bekas. Memang yang mendaur ulang ini hanya beberapa oranag saja yang mau melakukannya, tapi sudah banyak juga yang mampu meraup hasil yang lumayan juga.
Limbah ban bekas bisa diolah menjadi serbuk ban dan menjadi berbagai bahan baku aneka produk berbahan karet. Produsen serbuk ban bekas di Bekasi, Jawa Barat, sanggup menjual minimal 100 ton serbuk ban setiap bulan. Omzetnya bisa mencapai Rp 500 juta per bulan.
Plastik menjadi bahan pembungkus yang paling banyak digunakan masyarakat. Meski semangat go green terus berkumandang dan banyak yang mencoba menghindarinya, penggunaan plastik hingga kini belum menurun. Itulah sebabnya bisnis penggilingan plastik tetap menggelinding. Penggilingan sampah plastik merupakan bagian penting dalam sistem daur ulang plastik. Proses itu menjadi jembatan agar sampah plastik bisa bermanfaat.
Para penggiling sampah mengumpulkan plastik berupa botol, gelas atau lembaran plastik dari pemulung atau mencarinya sendiri. Sampah plastik digiling menjadi cacahan plastik. Kemudian, hasilnya dijual ke pabrik plastik. Di pabrik, cacahan itu diolah menjadi plastik baru. Hanya iu beberapa contoh barang bekas yang telah menghasilkan uang bagi yang menjalankan, selain itu juga dapat menyelamatkan lingkungan. Jadi andaa bisa sambil berusaha sambil beramal kan, toh lingkungan ang bersih juga untuk keluarga kita dimasa yang akan mendatang. (arf)

