Dengan Persiapan Sederhana, Han Ying Sukses Ukir Prestasi di EL JOHN Golden Voice

0
Untitled. 1

 

 Dengan persiapan yang tidak terlalu besar, Ridny Tjandra sukses meraih runner up 3  atau juara 4 lomba menyanyi lagu Mandarin “EL JOHN Golden Voice” kategori Solitaire. Lomba ini dilangsungkan  secara virtual  dan disiarkan EL JOHN TV.  Meski bukan juara pertama, wanita yang memiliki nama chinese Yang Han Ying ini mengaku  senang dapat berprestasi di lomba paling bergengsi di Indonesia ini.

Kepada tim liputan EL JOHN News, Han Ying  mengakui sebagai peserta lomba, dirinya ingin meraih juara tertinggi di lomba ini, namun apa yang diraihnya sudah menjadi kewajiban untuk mensyukuri, apa lagi persiapan yang dilakukannya pun, selama mengikuti lomba terbilang sederhana.

Untuk membuat Video Music (VM),  Han Ying  hanya mengandalkan kamera handphone untuk merekam dan diedit menjadi VM.

“Bagi saya perlu kerja keras karena kita kan ingin tampil baik ya, sementara video pun pada saat saya ikut itu, video dari HP saja. Jadi saya buat itu berulang-ulang karena ingin cari yang terbaik. Belum lagi saya harus menjaga kontrol suara saya, emosi saya, itu yang saya hadapi yang tidak tampak di video,” kata wanita berprofesi sebagai pelatih Tai Chi Wu Su ini saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News, Kamis (11/2/2021).

Hanya saja saat grand final, Han Ying mengajak sang buah hati untuk membantu membuatkan MV. Saat itu, anaknya ditugaskan untuk merekam.

“Untuk yang final saya dibantu oleh anak saya untuk videonya saja, tetapi tetap proses menyanyi tidak di dalam studio, karena kenapa karena saya tidak punya waktu, maksudnya tidak cukup punya waktu untuk pergi ke studio  dan saya juga tidak tau studio mana yang harus saya kunjungi,” ungkapnya.

Han Yin menilai  EL JOHN Golden Voice memiliki tantangan tersendiri, pasalnya peserta dituntut untuk membuat MV yang berkualitas dan bisa menyakinkan para juri. Lomba tersebut memacu Han Yin untuk semaksimal mungkin meski persiapannya tidak terlalu besar.

Menurut Han Yin, lomba menyanyi secara virtual ini membuat juri dapat lebih fokus untuk menilai penampilan peserta, melalui MV yang dibuatnya. Berbeda dengan lomba bernyanyi di atas panggung, yang tidak menutup kemungkin juri akan merasa lelah disaat menilai peserta.

“Hal lain adalah juri itu pada saat kita menyanyi, bisa kemungkinan juri kecapean, telinganya mendengar peserta lain, biasanya kita kalau lomba itu sampai ratusan ya, itu cape sekali jurinya. Jadi 5 menit itu bisa lewat aja begitu. Bisa kalau masih segar di depan bisa mendengar, di belakang juri kecapean,” ucap Han Yin.

“Lomba di online ini kita tertatangnya adalah kita harus menyanyi sempurna, makanya rekamnya di ulang-ulang. Mungkin kalau yang di studio rekamannya bisa diulang-ulang,’ tambahnya.

Di akhir wawancara Han Yin berharap EL JOHN Golden Voice dapat tetap berlanjut di tahun berikutnya, pasalnya lomba ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin menyalurkan hobinya bernyanyi lagu-lagu Mandarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *