Desa Sembiran Buleleng, ada cerita dibalik keindahannya
Sebuah desa kuno di Bali yang berkaitan dengan peninggalan sejarah adalah Desa Sembiran, diyakini usianya mencapai ribuan tahun sebelum masehi. Melengkapi bukti tersebut setidaknya ditemukan sebanyak 40 buah alat-alat dari kehidupan manusia pada jaman Poletithicium dan Megalitikum yang terbuat dari dari batu dan besi, seperti benda pipih seperti setrika terbuat dari besi, kapak tangan terbuat dari batu (protohan-axses), alat pemotong persegi dari batu (Side Chopper), palu dari batu (Hammeratones) dan alat batu kecil untuk mengiris (Flakes).
Selain benda-benda bersajarah tersebut di atas ditemukan juga 20 buah prasasti perunggu yang bisa membuktikan keberadaan sejarah masa lalu desa Sembiran ini. Penemuan-penemuan tersebut di jaga keberadaanya dan akhirnya dengan upaya pemerintah dan warga dibangunnya kembali rumah tua bukti sejarah sesuai dengan bentuk aslinya. Beberapa potensi seni tradisional sebagai peninggalan nenek moyang juga masih dipertahankan keberadaannya, seperti beberapa tarian sakral. Jika anda petualang sejarah, ada baiknya mengagendakan tour anda untuk berkunjung ke desa ini. Desa Sembiran adalah salah satu desa wisata yang ada di kabupaten Buleleng Bali. Lokasinya di area perbukitan kecamatan Tejakula sekitar 30 km dari kota Singaraja. Bagi wisatawan yang ingin melihat adat Bali sangat dianjurkan untuk mengunjungi desa ini. Desa Sembiran terkenal sebagai perkampungan kuno dan yang tertua bahkan menggambarkan keadaan pada zaman megalitik dulu.
Di bagian depan desa ini, wisatawan dapat melihat susunan rumah yang rapi, saling berjejer seperti zaman dulu. Pemerintah daerah dan penduduk bahkan juga membangun sebuah rumah tua yang sama dengan rumah asli zaman dulu sebagai bentuk pelestarian budaya. Selain itu, sebagai desa tertua, banyak peninggalan adat bali, seni dan juga budaya. Berbagai adat bali seperti upacara, perayaan, tarian sakral masih lestari. Kesenian sakral zaman dulu seperti tari Rejang, Baris Panah, Baris Dadap masih bisa dilihat di desa ini. Pada saat hari raya Galungan dan Kuningan, pemuda pemudi desa memakai baju adat Bali dan menari. Warga desa Sembiran masih memegang adat bali sebagai tradisi yang terus dipegang. Tradisi tersebut terlihat dalam pergaulan di lingkungan keluarga dan juga masyarakat. Masyarakat Sembiran termasuk dalam masyarakat Bali Aga yang kurang mendapat pengaruh dari budaya Jawa-Hindu dan memiliki strukturnya sendiri.
Desa Sembiran terletak di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Lokasinya sekitar 30 km sebelah timur kota Singaraja, sedangkan dari pusat kota Denpasar butuh sekitar 3 jam perjalanan berkendaraan. Kalau anda berada di wilayah Bali Selatan seperti Kuta ataupun Tanjung Benoa, cara yang praktis untuk menuju ke lokasi dengan sewa mobil berikut supir sehingga perjalanan lebih mudah dan menyenangkan, sambil menikmati beberapa objek wisata di kawasan ini seperti Bedugul, air terjun Gitgit, Lovina dan air panas Banjar.
Penemuan-penemuan benda sejarah di desa Sembiran ini, untuk prasasti yang ditemukan terdiri dari 6 golongan, yaitu berupa prasasti: Jaman Ratu Ugrasena tgl 24 Januari 923 M, jaman Tabranida-Warmadewa tgl 19 Desember 951 M, jaman Raja Jhanasadhu-Warmadewa tgl 6 April 975 M, jaman Sang Ratu Dari Ajua-Dewi tgl 11 September 1016 M, jaman Raja Anak Wungsu tgl 10 Agustus 1065 M dan jaman Raja Jaya pangus tgl 22 Juli 1181 M. Selain itu juga di desa ini ditemukan 17 pura sebagai tempat persembahyangan yang memiliki ciri sama yaitu berbahan dasar batu besar diperkirakan dibangun pada jaman batu (jaman megalithicum).
Dibangunnya tempat-tempat suci tersebut untuk menyembah arwah dari nenek moyang yang merupakan warisan jaman pra sejarah, bentuknya berbeda dengan candi di Jawa ataupun bangunan suci di India. Itu sebabnya Desa Sembiran menjadi sebuah desa kuno peninggalan jaman Megalitikum yang pantas anda kunjungi, apalagi oleh anak-anak sekolah yang mengadakan study tour di Bali. (arf)

