Desa Wisata Jadi Motor Ekonomi Baru, Menteri Widiyanti Beberkan Strateginya
Desa Penglipuran adalah desa adat dan wisata terkenal di Kabupaten Bangli, Bali, yang diakui sebagai salah satu desa terbersih di dunia. (Foto: Birkom Kemenpar)
El John News, Jakarta-Konsep desa wisata kini menjadi strategi utama pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi berbasis pariwisata. Jika sebelumnya geliat industri wisata lebih banyak terkonsentrasi di kota besar dan destinasi populer, kini arah pembangunan diarahkan hingga ke tingkat desa. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, pemerintah memperkuat desa sebagai pusat aktivitas ekonomi baru. Program desa wisata tidak hanya menghadirkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang usaha langsung bagi masyarakat. Warga desa berperan sebagai pelaku utama, mulai dari penyedia homestay, pengrajin, pelaku kuliner tradisional, hingga pemandu wisata berbasis komunitas. Perputaran ekonomi yang sebelumnya terpusat kini mulai menyebar hingga ke akar rumput.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa desa wisata merupakan instrumen pembangunan ekonomi kerakyatan. “Desa wisata yang kami kembangkan menghadirkan perubahan penting dalam cara pariwisata memberi manfaat pada pemerataan ekonomi,” ujar Widiyanti yang disampaikan melalui tayang Yotuber resmi Kementerian Pariwisata.
Ia menjelaskan, desa wisata memindahkan pusat aktivitas ekonomi langsung ke desa.
“Jika selama ini perputaran ekonomi wisata cenderung terkonsentrasi di kota besar dan destinasi populer, desa wisata justru memindahkan pusat aktivitas ke tingkat pemerintahan terkecil, yaitu desa”
Widiyanti Putri Wardhana (Menteri Pariwisata RI
Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 6.100 desa wisata yang terbagi dalam empat kategori, yakni rintisan, berkembang, maju, dan mandiri. Di berbagai daerah, desa yang dulunya hanya menjadi jalur lintasan kini berkembang menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman autentik, seperti belajar menenun, mencicipi kuliner tradisional, hingga menikmati kehidupan pedesaan yang asri.
Untuk memperkuat program ini, pemerintah menjalankan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui platform jejaring desa wisata bernama JADESTA, yang digunakan untuk memetakan potensi dan status desa wisata di seluruh Indonesia. Selain itu, dilakukan kolaborasi dengan mitra strategis melalui program CSR dan kemitraan pembangunan.
Penguatan sumber daya manusia, sertifikasi desa wisata berkelanjutan, fasilitasi permodalan, hingga promosi di berbagai ajang nasional dan internasional juga terus digencarkan. Pemerintah berharap desa wisata dapat menjadi pilar pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Indonesia di tengah persaingan pariwisata global.
