Di Tengah Pandemi Covid-19, Gubernur Ridwan Kamil Gelar Open House Virtual

0
gambar_37897

Meski di tengah pandemi Covid-19, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil tetap menggelar open house di Hari Raya Idul Fitri, Minggu (24/5/2020). Namun open house yang digelar orang nomer satu di Jabar itu, dilakukan secara daring dari rumah dinasnya.

Semangat  silaturahmi tetap diperlihatkan Ridwan Kamil, kendati dilakukan secara daring. Dalam silaturahmi ini, Ridwan Kamil menyapa tokoh masyarakat lintas agama, kepada desa, relawan, dan petugas keamanan di check point tol Cikopo dan Cileunyi

Ridwan Kamil mengatakan silaturahmi ini menjadi silaturahmi yang paling bersejarah karena digelar secara berbeda. “Biasanya kami menyelenggarakan open house, tapi ini pertama kalinya dalam sejarah, kami melakukan open house digital atau halalbihalal dengan bentuk video conference yang penting pesannya sampai ke hati,” kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

Kang Emil menegaskan, meski sedang mengalami bencana kesehatan, namun silaturahmi tetap berjalan, dengan mudah melalui teknologi.  “Secara fisik kita tidak bisa bersentuhan dan bertemu, tapi dibalik musibah selalu ada hikmah, di antaranya kita jadi lebih paham dengan teknologi dan hemat biaya juga,” ucapnya.

Kang Emil menyebut, upaya untuk tetap menjalin silaturahmi menjadi bukti bahwa warga Jabar tidak angkat tangan menghadapi penyebaran Covid-19.

“Tentu ini menunjukan kita tidak menyerah oleh COVID-19. Kita cari cara baru supaya kehidupan bisa normal lagi, tapi dengan gaya baru,” ucapnya.

Di kesempatan ini, Kan Emil juga menyapa para kepala daerah di Jabar melalui video conference. Kepada Kepala Daerah kepada para bupati/wali kota untuk kembali melaksanakan pengetesan COVID-19 secara masif. Hal ini penting karena  di saat Hari Raya Idulfitri, mobilitas masyarakat meningkat.

“Saya titip kerena setelah lebaran bisa dilakukan pengetesan-pengetesan COVID-19. Apakah ada dampak atau tidak? Mudah- mudahan tidak,” ucapnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) intens melakukan pengetesan COVID-19, baik dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) atau tes swab maupun rapid test.

Tujuannya untuk mendapatkan peta persebaran COVID-19 yang komprehensif, melacak kontak terpapar COVID-19, mendeteksi keberadaan virus, dan memastikan status pasien COVID-19.

“Kalau dari hasil test angka terkendali, ekonomi bisa lebih longgar, tinggal diatur kalau restoran maksimal berapa kursi, kalau di kantor bagaimana, di mall bagaimana dihitung sesuai kapasitas,” kata Kang Emil.

Selain dengan kepala daerah, Kang Emil melaksanakan halalbihalal secara daring dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Provinsi Jabar.

Dalam halalbihalal tersebut, Kang Emil mengingatkan aparatur sipil negara agar semakin giat bekerja setelah libur Idul Fitri 1441 Hijriyah. Motivasi ganda ini harus diperlihatkan mengingat ASN merupakan salah satu profesi yang tidak terlalu terdampak COVID-19 dari segi finansial.

“Jangan lupa bersyukur. Kelompok paling tidak terdampak COVID-19 adalah ASN. Ketika tidak terdampak maka kerjanya harus lebih, kita tunjukkan ke masyarakat kita adalah yang terbaik untuk mereka,” katanya.

Menurut Kang Emil seluruh ASN wajib masuk kerja Selasa (26/5/20) setelah cuti bersama Lebaran.  Kang Emil juga meminta seluruh kepala perangkat daerah segera membuat standar operasional prosedur (SOP) kehidupan  normal baru diperlukan karena karena saat ini belum ada vaksin dan para pakar kesehatan dunia belum tahu kapan wabah ini akan berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *