Presiden Targetkan Pemugaran Candi Prambanan Tuntas Sebelum 2029, Tak Lagi Tunggu 200 Tahun
Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengunjungi Kompleks Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Foto: BPMI Setpres)
El John News, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya nasional melalui percepatan restorasi Kompleks Candi Prambanan. Proyek konservasi yang melibatkan kerja sama antara Indonesia dan India itu kini mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan pemugaran candi-candi perwara dapat diselesaikan sebelum tahun 2029. Target tersebut jauh lebih cepat dibandingkan metode pemugaran sebelumnya yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua abad untuk merampungkan seluruh kompleks.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan, arahan tersebut muncul karena pola pemugaran yang selama ini diterapkan dinilai membutuhkan waktu terlalu lama. Menurutnya, apabila tetap menggunakan metode sebelumnya, penyelesaian seluruh candi perwara bisa memakan waktu hingga 200 tahun.
“Karena kalau kita tunggu, model pemugaran seperti sekarang ini, satu perwara itu lebih dari satu tahun. Ya, kita bisa nunggu 200 tahun lagi baru selesai, gitu,” kata Fadli Zon dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @fadlizon, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, semula restorasi Candi Prambanan bersama otoritas India dirancang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Namun, Presiden Prabowo meminta agar seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sebelum 2029.
“Rencananya tadinya akan dilaksanakan cukup lama, tapi kemarin Bapak Presiden Prabowo ingin ini sebelum 2029 selesai,” ujar Fadli.
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan penyusunan kembali batu-batu candi yang masih berada di lokasi. Batu-batu asli yang masih tersedia akan digunakan semaksimal mungkin, sedangkan bagian yang hilang akan diganti menggunakan batu baru dengan jenis dan karakteristik yang serupa.
“Saya kira ini akan bisa di-assemble, bisa dihimpun seperti membuat puzzle. Karena batu-batunya tersedia,” ujar Fadli.
“Nah, batu-batu yang tidak tersedia, kita bisa gunakan batu-batu baru. Batu baru ini tapi sesuai tentu dengan jenisnya. Semaksimal mungkin, kita akan gunakan batu-batu aslinya yang ada yang berserakan di sana,” jelasnya.
Selain menjaga kelestarian salah satu situs warisan budaya dunia, percepatan restorasi ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi. Fadli mengatakan proyek tersebut akan membuka lapangan pekerjaan bagi para pemugar, tukang batu, hingga tenaga pendukung lainnya. Bahkan, pemerintah juga akan menyiapkan pelatihan bagi generasi muda, termasuk lulusan sekolah kejuruan yang berminat terlibat dalam proses restorasi.
“Dan ini tentu akan membuat lapangan kerja baru bagi para pemugar, tukang-tukang, kemudian pembantu tukang-tukang, tukang batu, termasuk saya kira tenaga-tenaga muda mungkin teman-teman dari SMK Pembangunan, bagi yang berminat ya kita akan melakukan pelatihan,” tuturnya.
Dalam kerja sama tersebut, India akan menangani restorasi candi perwara di sisi timur dan utara Kompleks Candi Prambanan yang mencakup sekitar 54 bangunan candi. Sementara itu, pemugaran pada kawasan lainnya akan dikerjakan oleh pemerintah Indonesia.
“Di bagian timur, utara itu yang akan dibangun oleh India. Jadi, ini kalau dibagi empat, maka yang di bagian utara timur itu ada sekitar 54 perwara. Nah, itu yang bagian yang akan dikerjasamakan,” kata Fadli.
“Selebihnya akan dibangun oleh kita sendiri,” lanjutnya.
Komitmen percepatan restorasi tersebut sebelumnya juga ditegaskan saat Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi meresmikan kerja sama konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta pada 8 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, Modi menyampaikan keyakinannya bahwa proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target yang telah disepakati kedua negara.
“Di hadapan Anda semua, izinkan saya menegaskan kembali janji saya, dengan upaya bersama kita, kita akan menyelesaikan pekerjaan ini sebelum tahun 2029, dan bersama-sama kita akan merayakan restorasi dan peresmian ini sebagai sebuah festival besar,” kata Narendra Modi.
Modi juga memuji kemampuan Presiden Prabowo dalam menyusun perencanaan dan strategi sehingga optimistis proyek restorasi dapat berjalan sesuai target. Ia bahkan berharap dapat kembali mengunjungi Indonesia untuk menghadiri peresmian Kompleks Candi Prambanan setelah seluruh proses pemugaran rampung.
“Dan saya perlu melakukan kunjungan kembali sekali lagi ke Indonesia untuk meresmikan, meresmikan Kompleks candi setelah restorasi,” kata Modi.