Diakhir Masa Jabatannya, Djarot Berjanji Akan Bangun Air Mancur Bergoyang di Monas

0
Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bergegas seusai menjenguk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5).

Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bergegas seusai menjenguk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5). Djarot mengajukan diri sebagai penjamin penangguhan penahanan Ahok. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/17.

Sekitar tiga bulan lagi, Djarot Saiful Hidayat melepaskan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Meski tidak lama lagi Djarot akan meninggalkan Balai Kota, namun Djarot merasa ada hutang yang belum terbayarkan. Hutang itu yakni akan dibangunnya  air mancur bergoyang di Taman Monumen Nasional (Monas).

Meski ada keinginan kuat Djarot untuk menghadirkan hiburan baru bagi warga Jakarta itu, namun bekas calon Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini belum mengetahui secara pasti kapan proyek tersebut dimulai dan selesai dikerjakan.

Menurut Djarot, dirinya sedang membahas pembangunan air mancur ini dengan unit pelaksana tugas (UPT) Monas. Salah satu yang dibahas adalah pemilihan musik yang menjadi panduan air mancur tersebut bergoyang.

“Sabar dulu. Kami harus menata musik yang pas apa sesuai dengan irama goyangan air mancur dan pencahayaan,” ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin, 17 Juli 2017.

Djarot mengakui lagi betawi menjadi calon terkuat untuk dijadikan pemandu air mancur bergoyang. Namun kata dia,  tidak menutup kemungkinan lagu daerah lain juga masuk dalam dalam daftar putar musiknya.

“Apakah Betawi saja? Tidak. Bosen dong masa lagu ‘ Malam Minggu’ (karya Benyamin) nonton bioskop melulu. Lagu dari Papua boleh. Ini biar ahlinya saja,” ujar Djarot.

Meski begitu, Djarot mengatakan akan menyelesaikan sebagian besar tugas yang harus ia selesaikan hingga Oktober mendatang. Tujuannya, kata Djarot, agar kepemerintahan setelah masa jabatannya selesai tidak akan terbebani.

Namun, ada beberapa program yang tidak mungkin selesai hingga Oktober mendatang, misalnya Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Ligt Rail Transit (LRT), dan Koridor 13 Transjakarta. “Semuanya saya kejar. Bulan Oktober kami selesaikan supaya gak membebani kepemimpinan selanjutnya. Kami selesaikan dan akan kebut,” ujar Djarot.

Air mancur bergoyang sebenarnya sudah ada sejak masa pemerintahan Gubernur DKI Sutiyoso. Saat itu air mancur bergoyang diberikan nama Air Mancur Pesona Monas. Sutiyoso meresmikan air mancur menari ini pada 25 Juli 2005. Publik bisa menikmati air mancur menari pada Sabtu dan Minggu malam.

Dalam atraksi air mancur menari itu juga diiringi lagu seperti Jali-jali, Lenggak-lenggok Jakarta, Kopi Dangdut, dan lain-lain. Sayang, air mancur menari ini tak terdengar lagi kabarnya. Sempat akan direnovasi pada 2012, namun tak terdengar lagi kabar perbaikan air mancur menari tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *