Dihadiri Ribuan Umat Buddha, Pradaksina Waisak di Vihara Budi Luhur Medan Berlangsung Khidmat

0
WhatsApp Image 2025-06-03 at 13.31.14 (1)

Suasana penuh ketenangan dan khidmat menyelimuti kompleks Vihara Budi Luhur, Medan, saat umat Buddha berkumpul untuk memperingati Tri Suci Waisak 2569 BE/2025. Perayaan yang diselenggarakan oleh  Perkumpulan Sosial Persaudaraan Yap Budi Luhur ini,  menjadi momen penting untuk merenungkan kembali tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan parinibbana (wafatnya).

Rangkaian acara utama dimulai dengan ritual pemandian Patung Buddha di kolam air suci. Prosesi ini bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi juga mengandung makna membersihkan diri secara lahir dan batin. Dengan lantunan paritta dan doa-doa suci yang menggema lembut, suasana menjadi sangat sakral, menghadirkan refleksi mendalam bagi umat yang hadir.

Usai ritual pembersihan, umat melanjutkan ke kegiatan inti berupa Pradaksina, yaitu mengelilingi bangunan vihara searah jarum jam sambil membawa dupa dan bunga. Prosesi ini dipimpin oleh Bhante Rev Ambanpola Vinitha Thero, dan turut diikuti oleh Ketua Perkumpulan Sosial Persaudaraan Yap Budi Luhur  Yendy Yap, Ketua Vihara Budi Lhur Yap Cin Ju, Locu tahun 2025 Yap A Chien, serta jajaran pengurus Perkumpulan Sosial Persaudaraan Yap Budi Luhur, seperti k Elwin Yaputra (Ketua Bidang Sosial), Anton Yap (Ketua Bidang IT dan Finance) dan Asni Yaputra (Ketua Dewan Pembina).

Selain acara ini, juga dihadiri anggota DPRD Sumatera Utara yang sebelumnya pernah menjabat Ketua DPRD Kota Medan (2019-2024) Hasyim,SE dan anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI-Perjuangan Agus Setiawan.

Vihara Budi Luhur sendiri berada di bawah naungan dan binaan Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia ( Magabutri) Kota Medan, sehingga setiap kegiatan yang berlangsung selalu mendapat pengawasan dan dukungan langsung dari majelis.

Acara ini juga turut didukung oleh jajaran pengurus Magabutri Kota Medan yang hadir dan terlibat secara aktif dalam pelaksanaannya. Keberadaan Magabutri sebagai lembaga keagamaan memberikan landasan spiritual dan arah pembinaan bagi umat Buddha Tridharma di wilayah Medan dan sekitarnya.

Yang istimewa, kegiatan ini juga dihadiri oleh para Pandita dari Magabutri Sumatera Utara, yang turut memimpin doa dan memberikan wejangan kepada para umat yang hadir. Kehadiran mereka menambah suasana religius dan mendalam dalam setiap rangkaian acara.

Tak hanya itu, tokoh-tokoh penting dari jajaran Magabutri juga tampak hadir dalam kesempatan tersebut. Ketua Magabutri Sumatera Utara, Bapak Ricky Khosasih, bersama Ketua Magabutri Kota Medan, Ibu Butet, S.E., S.Pd., hadir secara langsung dan memberikan sambutan serta arahan kepada para peserta. Mereka didampingi oleh jajaran pengurus lainnya, menunjukkan sinergi kuat antar lapisan kepengurusan dalam membina kehidupan keagamaan umat.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persaudaraan, mempererat tali silaturahmi antarumat, serta mempertegas komitmen Magabutri dalam membina dan melestarikan nilai-nilai ajaran Buddha Tridharma di tengah masyarakat.

Pradaksina bukan sekadar tradisi, tapi juga sarana kontemplasi spiritual. Dengan langkah-langkah hening yang teratur, umat merefleksikan ajaran Buddha tentang cinta kasih, kedamaian, dan pelepasan dari penderitaan duniawi.

Tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan ajaran Buddha, peringatan Waisak di Vihara Budi Luhur juga disertai dengan kegiatan sosial yang menyentuh. Dalam semangat welas asih, panitia mengadakan donor darah, pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan, serta kegiatan sosial lainnya.

Kegiatan ini mencerminkan salah satu nilai utama dalam ajaran Buddha, yakni berbagi dan memberi manfaat bagi sesama makhluk. Melalui tindakan nyata tersebut, umat Buddha di Medan tidak hanya memperingati ajaran, tetapi juga menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai pertunjukan musik, tarian, dan drama bertemakan ajaran Buddha juga ikut  disuguhkan untuk para tamu dan umat yang hadir. Pementasan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukatif untuk menyampaikan nilai-nilai luhur seperti kasih sayang, kedamaian, dan toleransi.

Salah satu momen penting dalam perayaan Waisak ini adalah ritual pemberian dana kepada para bhikkhu (bhante). Dana, atau pemberian sukarela dari umat kepada para anggota Sangha, merupakan bagian integral dalam praktik keagamaan umat Buddha. Pemberian ini bukan hanya bentuk dukungan materi, tapi juga simbol latihan melepaskan kemelekatan dan menumbuhkan welas asih.

Ketua Perkumpulan Sosial Persaudaraan Yap Budi Luhur  Yendy Yap, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas terlaksananya perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 yang digelar dengan penuh kekhidmatan. Yap memberikan penghargaan tinggi kepada seluruh pengurus, umat, dan relawan yang telah berkontribusi aktif dalam menyukseskan rangkaian acara, termasuk ritual Pradaksina dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Saya sangat mengapresiasi dedikasi seluruh pengurus yang telah bekerja keras. Kontribusi dalam kegiatan tersebut sangat berarti bagi kesuksesan acara,” ujarnya penuh rasa haru.

Yendy juga berharap, semangat kolaborasi yang telah terbangun dalam perayaan ini dapat terus terjaga dan ditingkatkan pada kegiatan-kegiatan positif berikutnya.

“Semoga kebaikan hati dan usaha senantiasa mendapatkan berkah. Terima kasih sekali lagi atas segala bantuan dan partisipasinya. Semoga ke depannya kita dapat terus berkolaborasi dalam kegiatan positif lainnya,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya merenungkan hikmah dari perayaan Waisak sebagai jalan menuju pencerahan batin dan keharmonisan hidup. Menurutnya, kehadiran umat dan masyarakat dalam perayaan malam Pradaksina sangat berarti, bukan hanya untuk memeriahkan acara, tapi juga sebagai bentuk nyata kebersamaan dalam ajaran Dhamma.

“Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari perayaan Waisak Pradaksina malam ini. Acara yang penuh berkah ini akan membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita. Marilah kita bersama-sama hadir dan turut merayakannya dengan khidmat,” tambahnya.

Perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 di Vihara Budi Luhur Medan tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga memperkuat pesan-pesan moral yang menyentuh kehidupan sosial. Hal tersebut disampaikan  Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Sosial Persaudaraan Yap Budi Luhur Asni Yaputra.

Asni mengungkapkan bahwa makna terdalam dari perayaan Waisak terletak pada praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kepedulian terhadap sesama.

“Makna yang kita tangkap dari acara ini bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kepedulian sesama,” ungkap Asni Yaputra.

Sementara itu, Ketua Bidang IT dan Finance Perkumpulan Sosial Persaudaraan Yap Budi Luhur, menyampaikan harapannya agar perayaan Waisak tidak hanya menjadi ritual keagamaan tahunan, melainkan juga momen reflektif untuk memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual umat Buddha.

Lebih dari sekadar seremoni, Anton menekankan pentingnya Waisak sebagai sarana untuk meningkatkan pengendalian diri, melalui pemahaman dan pengamalan kebijaksanaan mulia sebagaimana diajarkan oleh Buddha. Dalam dunia yang terus berubah dan penuh tantangan, ia melihat bahwa ajaran Buddha tentang kesadaran batin, etika, dan welas asih tetap relevan dan bahkan semakin dibutuhkan.

Anton juga mengajak seluruh umat Buddha serta keluarga besar Marga Yap untuk terus menjaga semangat kebajikan dan saling mendukung satu sama lain dalam menjalani kehidupan berdasarkan prinsip berbudi luhur.

“Tetap semangat untuk berbudi luhur seluruh umat Buddha dan Marga Yap,” kata Anton menutup pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *