Dirjen Migas: Konflik Iran-Israel Diyakini Tak Ganggu Cadangan BBM Nasional

0
1707705329023

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji, meyakini bahwa konflik yang tengah berlangsung antara Iran dan Israel tidak akan mengganggu pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional Indonesia. Tutuka menjelaskan bahwa saat ini cadangan BBM nasional berada di kisaran 30 hari, dengan PT Pertamina (Persero) telah mengontrak beberapa pemasok luar negeri yang berkomitmen untuk tetap memasok BBM sesuai kontraknya.

“Saat ini sudah ada kontrak ke depan. Jadi, kecuali ada situasi yang sangat ekstrem, saya rasa pasokan BBM masih dalam kondisi aman. Cadangan nasional crude kita, ditambah yang ada di kapal dalam perjalanan, mencukupi untuk 30 hari. Dari jumlah itu, 10 hari ada di refinary, dan 15 hari lagi, totalnya 30 hari. Untuk LPG BBM pun saya kira aman. Dengan demikian, kita dapat merasa aman,” tutur Tutuka dalam kesempatan ditemui usai acara Halalbihalal Keluarga Besar Kementerian ESDM di Jakarta, pada Selasa (16/04/2024).

Meskipun pasokan BBM dan crude relatif aman, Tutuka juga menegaskan perlunya pemerintah waspada terhadap dampak konflik terhadap pasokan minyak dunia melalui Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital bagi tanker minyak yang mengangkut sekitar 30% dari total produksi minyak mentah dunia, atau sekitar 21 juta barel per hari.

“Pentingnya peran Selat Hormuz tidak bisa diabaikan. Kontrol atas Selat Hormuz dapat dipengaruhi oleh Iran. Oleh karena itu, sangat penting bagaimana Pertamina merespons hal ini, termasuk dalam pemenuhan pasokan yang sudah dikontrak,” tambah Tutuka.

Dengan demikian, meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah mengalami ketegangan, pemerintah Indonesia dan PT Pertamina (Persero) tetap memastikan kelancaran pasokan BBM nasional dengan menjalin kontrak dengan pemasok luar negeri, sambil tetap memperhatikan potensi dampak dari situasi tersebut terhadap pasokan minyak dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *