Ditopang Modal Asing, Purbaya Optimistis Rupiah Kuat dan APBN Terjaga

0
Screenshot_14-1-2026_181346_media.kemenkeu.go.id

https://www.instagram.com/p/DO9MzT8E3h2/?img_index=1

El John News, Jakarta-Pemerintah memandang prospek nilai tukar rupiah masih positif di tengah tekanan global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan memprediksi rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS dalam dua minggu mendatang.

Purbaya menegaskan, kewenangan stabilisasi nilai tukar sepenuhnya berada di tangan Bank Indonesia (BI). Namun, ia meyakini penguatan rupiah akan berjalan seiring dengan perbaikan fundamental ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor. Tanggapan soal pelemahan rupiah ini disampaikan Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Purbaya, kinerja ekonomi nasional pada kuartal IV-2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan pertumbuhan mencapai 5,45 persen. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia ke depan dan memperkuat keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 berpotensi menembus level 6 persen.

Menurut mantan Bos LPS ini, dengan prospek pertumbuhan yang membaik, minat investor global untuk menanamkan modal di Indonesia diperkirakan akan meningkat. Masuknya modal asing tersebut diyakini akan memberikan dukungan positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah.

“Rupiah akan kuat karena modal (asing) akan masuk ke sini. Dan, orang Indonesia yang taruh uangnya di sana, ke luar negeri juga akan balik ke Indonesia”

Selain itu, Purbaya juga meyakini bahwa dana milik warga negara Indonesia yang selama ini ditempatkan di luar negeri akan kembali masuk ke dalam negeri. Ia menilai, peluang berusaha dan berinvestasi di dalam negeri semakin terbuka seiring dengan membaiknya iklim ekonomi dan meningkatnya aktivitas bisnis.

“Dia akan berbisnis di sini. Karena orang Indonesia enggak bisa berbisnis di luar negeri. Mereka enggak biasa bersaing sehat di sana,” tuturnya.

Optimisme tersebut mulai tercermin pada pergerakan rupiah di pasar. Pada pembukaan perdagangan Rabu (14/1/2026), nilai tukar rupiah tercatat menguat 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.877 per dolar AS.

Pemerintah berharap, penguatan kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi makro dapat terus terjaga sehingga menopang kinerja rupiah ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *