BusinessCultureEconomic

DKP Kendal Ingin Dorong Budidaya Ikan Air Tawar

Kabupaten Kendal memiliki potensi melimpah di sektor budidaya perikanan air tawar. Namun potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal itu karena tidak sedikit lahan yang berpotensi untuk budidaya ikan air tawar dapat dimanfaatkan dengan baik.

Oleh Karena itu, Pemkab Kendal menetapkan lima kecamatan di Kabupaten Kendal menjadi kawasan pengembangan budidaya ikan air tawar. Lima kecamatan itu yakni Kecamatan Limbangan, Singorojo, Patean, Sukorejo, dan Plantungan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Sri Harjito, mengatakan, pada tingkat implementasi, pendekatan kawasan bisa dilaksanakan melalui sistem perikanan berbasis wilayah. Menurutnya, dengan pendekatan kawasan, pembinaan unit produksi dan usaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ikan air tawar bisa lebih fokus dan tepat sasaran.

Harjito menjelaskan, pengembangan kawasan budidaya perikanan bertujuan mendorong penerapan manajemen hamparan untuk mencapai skala ekonomi dan untuk mencegah penyebaran penyakit. Selain itu bisa juga untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan air, mengintegrasikan pemenuhan kebutuhan sarana produksi, proses produksi, pemasaran hasil dan pengelolaan lingkungan dalam suatu sistem yang baik.

Sistem pengembangan kawasan memungkinkan proses produksi dilakukan secara terintegrasi. Mulai penggunaan benih bersertifikat, induk ikan berkualitas, penerapan padat tebar yang tidak tinggi. Penggunaan obat dan pakan terdaftar, pengelolaan limbah, pengawasan, dan pengendalian.

‘’Di Kendal kami tunjuk Desa Gondang, Kecamatan Limbangan sebagai desa pionir pengembangan budidaya ikan air tawar. Kami pilih Desa Gondang, karena memiliki potensi sumber daya alam melimpah pengembangan budidaya ikan khususnya nila dan lele. Desa itu kami harapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya,’’ ujar Harjito.

“Sebagai percontohan, Desa Gondang diharapkan dapat berkembang mulai dari dukungan sarana prasarana. Termasuk juga dalam jaringan distribusi bahan baku, hasil produksi, akses permodalan, hingga jaminan pemasaran yang memadai,” pungkasnya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close