DPD PUTRI Bali Bantu Dorong Peningkatan Desa Wisata
Semakin kencangnya persaingan sektor pariwisata di dunia apalagi untuk mengukuhkan destinasinya sebagai yang terbaik. Untuk itu Bali diharapkan bisa ikut bersaing yaitu dengan menambah daya tarik pariwisata. Untuk itu pengembangan desa wisata harus mulai didongkrak agar bisa dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan pariwisata Bali.
Bendahara Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali, Yani pada Senin 24 juli 2017 mengatakan bahwa perkembangan desa wisata di Bali harus dikembangkan dalam sisi kuantitasnya. Nantinya setiap kabupaten atau kota di Bali harus memiliki ikon desa wisata di masing-masing daerahnya.
Yani mencontohkan seperti di Gianyar terdapat Desa Wisata Mas dan Desa Wisata Taro. Desa Wisata Taro memberikan keunikan dengan adanya lembu putih dan didukung dengan daya tarik wisata gajah. Daya tarik ini mendorong wisatawan untuk melakukan kunjungan ke Desa Taro Gianyar.
Dia menjelaskan dengan adanya pengembangan desa wisata ini juga menjadi upaya pemerataan pembangunan pariwisata. Serta memberdayakan masyarakat pedesaan untuk berpartisipasi dalam sektor pariwisata.
Yani memaparkan melalui pengembangan desa wisata yang semakin didorong, masyarakat pedesaan bisa ikut menikmati kue pariwisatanya. Hanya saja, dalam pengembangan desa wisata terdapat permasalahan pokok yaitu terbatasnya sumber daya manusia disana.
Selain itu juga menurut Yani bahwa desa yang akan dikembangkan menjadi desa wisata memiliki kendala sarana dan fasilitas umum yang masih sangat minim. Desa wisata adalah destinasi yang masih baru dan perlu pengelolaan lebih serius. Dengan penataan ke depan, desa wisata akan mampu meningkatkan animo kunjungan wisatawan.
DPD PUTRI Bali pun dengan melihat perkembangan kunjungan wisatawan ke desa wisata menunjukkan tren peningkatan. PUTRI Bali akan berupaya mensinergikan kebijakan pemerintah dengan desa adatnya dan menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan pengelola pariwisata yg tergabung dalam GIPI Bali.
