Dudung Bantah Miliki Dapur MBG, Yang Bisa Buktikan Dikasih Hadiah
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman sedang memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media (Foto: Humas KSP)
El John News-Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah tudingan yang menyebut dirinya memiliki titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bantahan tersebut disampaikan menyusul munculnya namanya dalam polemik dugaan korupsi tata kelola program MBG yang tengah diselidiki aparat penegak hukum.
Nama Dudung mencuat setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, mengajukan permohonan sebagai justice collaborator. Melalui kuasa hukumnya, Sony disebut akan mengungkap 26 nama dari kalangan eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Menanggapi isu yang beredar, Dudung bahkan melontarkan candaan kepada awak media. Ia menegaskan tidak memiliki dapur MBG sebagaimana yang dituduhkan.
“Sekali lagi ya, kalau ada yang menemukan dapurnya Pak Dudung, saya kasih hadiah,” tegas Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dudung kemudian menjelaskan bahwa namanya dikaitkan dengan program tersebut karena pernah membantu sejumlah pengurus pesantren yang ingin memperoleh informasi terkait program MBG. Menurutnya, beberapa bulan lalu sejumlah pengelola pesantren menyampaikan keinginan agar para santri dapat menjadi penerima manfaat program tersebut.
“Jadi beberapa bulan yang lalu, mungkin tujuh, enam bulan yang lalu, saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya, untuk sebagai sasaran penerima manfaat,” kata Dudung.
Ia menjelaskan, pesantren yang dimaksud memiliki ribuan santri sehingga dinilai berpotensi menjadi lokasi pembangunan dapur MBG atau titik SPPG.
“Karena di pesantren itu kan ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya,” lanjutnya.
Atas permintaan pengurus pesantren tersebut, Dudung kemudian mempertemukan mereka dengan Dadan Hindayana yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala BGN. Setelah itu, menurut Dudung, komunikasi selanjutnya dilakukan langsung oleh pihak terkait tanpa keterlibatannya.
“Akhirnya saya sampaikan Pak Dadan, ‘Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurahman staf saya’. Akhirnya silakanlah mereka berhubungan. Mereka berhubungan saya sudah tidak mengerti apa-apa,” tuturnya.
Dudung juga mengaku telah menanyakan perkembangan pembangunan dapur tersebut kepada pihak pesantren. Namun hingga kini, menurutnya, pembangunan SPPG yang dimaksud belum terealisasi.
“Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, bangunnya, dapurnya pun belum terbangun. Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya,” ujarnya.
Karena itu, Dudung menilai isu mengenai kepemilikan dapur MBG muncul akibat perannya yang hanya sebatas membantu mempertemukan pihak pesantren dengan Badan Gizi Nasional. Ia kembali menegaskan tidak memiliki dapur maupun titik SPPG sebagaimana yang dituduhkan.
“Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur. Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur ya,” tegas Dudung.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi Dudung atas berbagai spekulasi yang berkembang terkait namanya dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini masih dalam proses penyelidikan.
